BRAVO13.ID, Tenggarong - Bangunan Jam Bentong di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), yang sempat terbengkalai dan digunakan sebagai gudang mulai disiapkan kembali untuk kegiatan masyarakat. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar ingin memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai ruang kreatif komunitas sekaligus mengembangkan rencana museum digital yang telah digagas sejak 2020.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad Yamani, mengatakan kondisi bangunan kini sudah memungkinkan untuk dimanfaatkan setelah menjalani sejumlah pembenahan. Namun, pengembangan fasilitas belum dapat dilakukan sepenuhnya karena proses serah terima pekerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) belum selesai.
Salah satu pemanfaatan yang sedang disiapkan adalah ruang podcast. Peralatannya telah tersedia melalui bidang ekonomi kreatif Dispar Kukar dan direncanakan dapat digunakan bersama komunitas.
“Sekarang tempat ini sudah bisa difungsikan,” kata Ivan saat diwawancarai di Jam Bentong, Tenggarong, Senin (2/11/2026).
Sebelumnya, Jam Bentong mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bangunan. Selama periode 2021 hingga 2024, fasilitas tersebut lebih banyak digunakan untuk menyimpan barang.
Pemanfaatan kembali mulai dilakukan pada 2025 ketika Jam Bentong digunakan sebagai sekretariat kegiatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Pembenahan awal dilakukan secara gotong royong, kemudian mendapat dukungan rehabilitasi dari Dinas PU.
Perbaikan mencakup sejumlah bagian bangunan yang rusak dan bocor serta pemasangan kembali pendingin ruangan. Meski demikian, Ivan mengakui masih terdapat beberapa bagian yang mengalami kebocoran.
Di tengah pembenahan tersebut, rencana menjadikan Jam Bentong sebagai museum digital tetap dipertahankan. Konsepnya menggunakan tayangan video melalui perangkat proyeksi untuk menampilkan berbagai potensi daerah dengan tema yang dapat berganti.
“Jadi, pada saat kita masuk, temanya bisa berubah. Misalnya, saya bercerita tentang tema laut, setelah itu tema hutan. Seluruh video bisa kita atur sesuai dengan tema yang ingin ditampilkan,” jelasnya.
Selain museum digital, Dispar Kukar membuka peluang pemanfaatan Jam Bentong sebagai pusat kegiatan seni. Gagasan itu telah dibahas bersama komunitas yang menginginkan ruang untuk berkarya dan menampilkan aktivitas kreatif.
Namun, pengembangan pusat seni membutuhkan perubahan tata ruang bangunan. Ivan mengatakan penataan menyeluruh belum dapat dilakukan selama pekerjaan dari Dinas PU belum diserahterimakan kepada Dispar.
Sebagai alternatif, muncul usulan penyediaan ruang pamer atau art space untuk produk kreatif di kawasan Arbizz. Realisasinya masih bergantung pada perencanaan dan ketersediaan anggaran.
Apabila dukungan anggaran tersedia pada 2027, Dispar Kukar berencana melanjutkan pembenahan berupa pengecatan, pemasangan portal, perbaikan toilet, serta pengadaan alat musik untuk mendukung kegiatan komunitas.
Ivan juga membuka kesempatan bagi komunitas yang ingin memanfaatkan Jam Bentong untuk mengajukan proposal berisi konsep kegiatan. Rencana penggunaan fasilitas tersebut akan disesuaikan dengan kondisi bangunan dan kebutuhan aktivitas yang diajukan.

-webp.webp)