Bravo 13
MTQH Kaltim Digelar Desember, Kukar Siapkan Arena dan Antisipasi Gangguan ListrikPersiapan MTQH Kaltim 2026 di Kukar mencakup penataan arena, pelayanan kafilah, dan koordinasi dengan PLN untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik.
Oleh Bobby Lolowang2026-11-03 13:25:00
MTQH Kaltim Digelar Desember, Kukar Siapkan Arena dan Antisipasi Gangguan Listrik
Suasana ekspose persiapan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (3/11/2026). (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Tenggarong - Kesiapan arena perlombaan hingga pasokan listrik menjadi perhatian menjelang Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kutai Kartanegara (Kukar). Ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 3–11 Desember 2026 itu masih membutuhkan pemantapan sejumlah aspek teknis, termasuk koordinasi dengan PLN untuk mengantisipasi gangguan kelistrikan.

Persiapan tersebut dibahas dalam ekspose penyelenggaraan MTQH di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (3/11/2026). Pertemuan itu melibatkan panitia daerah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kaltim.

Sekretaris Daerah Kukar sekaligus Ketua Umum LPTQ Kukar, Sunggono, mengatakan sejumlah komponen penyelenggaraan telah mendapat persetujuan dari LPTQ Provinsi. Komponen tersebut mencakup rencana kegiatan, jadwal, logo, maskot, serta kebutuhan teknis lainnya.

“Alhamdulillah, hari ini kami sudah mendapatkan restu dari pengurus LPTQ Provinsi terkait rencana kegiatan, jadwal, logo, maskot, dan hal-hal lain yang menjadi bagian penting dalam proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan MTQ,” kata Sunggono.

Untuk kebutuhan perlombaan, panitia telah melakukan pengecekan lokasi serta menyusun desain dan rencana pemanfaatan ruang pada masing-masing arena.

Penataan lokasi dan infrastruktur akan ditangani oleh penyelenggara kegiatan atau event organizer (EO) yang direkrut panitia. Menurut Sunggono, pihak tersebut memiliki pengalaman menangani MTQH tingkat Provinsi Kaltim di Kutai Timur.

Selain kesiapan arena, panitia menyiapkan langkah antisipasi terhadap sejumlah persoalan nonteknis. Masukan dari LPTQ Provinsi antara lain berkaitan dengan kehadiran anak-anak sebagai penonton, pengaturan jadwal agar kegiatan tidak berlangsung terlalu larut, serta pembatasan aktivitas yang tidak diperlukan.

Pelayanan bagi peserta dari kabupaten dan kota se-Kaltim juga menjadi perhatian. Ketua Umum LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, menilai kesiapan tuan rumah perlu mencakup kenyamanan kafilah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Salah satu dukungan yang turut dibahas ialah rencana jamuan khusus dari Sultan Kutai Kartanegara dalam rangkaian pawai taaruf.

Di luar pelayanan peserta, Sri menyoroti kebutuhan menjaga pasokan listrik selama perlombaan berlangsung. LPTQ Provinsi berencana mengirimkan surat resmi kepada PLN untuk meminta dukungan kelistrikan.

“Kami berharap PLN bisa memberikan jaminan dukungan pasokan listrik selama kegiatan berlangsung. Memang sebelumnya ada janji dari PLN bahwa tidak ada pemadaman sampai akhir Desember, tetapi kami tetap akan menyurati secara resmi,” ujar Sri.

PLN juga direncanakan dilibatkan dalam rapat teknis kepanitiaan untuk membahas kebutuhan listrik di lokasi kegiatan. Hingga pelaksanaan ekspose pada 3 November, dukungan tersebut masih berada pada tahap koordinasi yang direncanakan. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait