Bravo 13
Lewat Bunga Desaku, Disdukcapil Kukar Telusuri Kebutuhan Akta Kelahiran dan KIA hingga ke LapanganDisdukcapil Kukar melalui Bunga Desaku memverifikasi data hingga ke lapangan untuk menentukan sasaran layanan akta kelahiran dan KIA.
Oleh Bobby Lolowang2026-10-24 21:22:00
Lewat Bunga Desaku, Disdukcapil Kukar Telusuri Kebutuhan Akta Kelahiran dan KIA hingga ke Lapangan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Kartanegara Muhamad Iryanto. (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Tenggarong— Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) mencocokkan data anak yang tercatat belum memiliki akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) dengan kondisi di lapangan. Melalui inovasi Bunga Desaku, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan anak yang masih membutuhkan dokumen menjadi sasaran pelayanan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdukcapil Kukar Muhamad Iryanto mengatakan data awal dari pemerintah pusat masih perlu diolah dan diverifikasi. Sebagian anak yang tercatat belum memiliki dokumen ternyata sudah terlayani melalui Bunga Desaku.

“Dari data itu, kami mengetahui adanya sejumlah anak yang sudah lahir, tetapi belum memiliki akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA). Data tersebut kemudian kami olah dan pilah melalui sistem yang sudah terintegrasi dengan inovasi Bunga Desaku,” kata Iryanto saat diwawancarai di Tenggarong, Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, data awal diterima melalui sistem transfer berkas atau File Transfer Protocol (FTP). Data tersebut kemudian disaring untuk memisahkan warga yang sudah memperoleh dokumen dan yang masih memerlukan pelayanan.

Hasil penyaringan dikelompokkan berdasarkan kecamatan, desa, dan kelurahan. Sasaran pelayanan selanjutnya dibagi kepada tim lapangan dengan mempertimbangkan wilayah serta zonasi kerja.

Menurut Iryanto, persiapan data dan koordinasi dengan perangkat wilayah membantu mempercepat pelayanan. Pada kondisi tertentu, pekerjaan yang semula direncanakan selesai dalam tiga hari dapat dituntaskan dalam satu hari.

“Karena persiapannya matang, hasil yang kami peroleh cukup baik. Rata-rata sekitar 70 persen target dapat diselesaikan,” ujarnya.

Sasaran yang belum terlayani kemudian ditelusuri langsung. Dalam pemeriksaan lapangan, petugas menemukan data yang belum mencerminkan kondisi terkini, termasuk warga yang telah meninggal dunia atau keluarga yang pindah tanpa melaporkan perubahan domisili.

Karena itu, menurut Iryanto, data administrasi perlu dicocokkan dengan status dan keberadaan warga sebelum pelayanan ditindaklanjuti.

Jika warga yang menjadi sasaran masih berada di Kukar, Disdukcapil akan menindaklanjuti melalui tim sesuai lokasi keberadaan terbarunya. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait