Bravo 13
Dinkes Kukar Dorong Inovasi Puskesmas, Fokus Tingkatkan Kualitas PelayananDinkes Kukar mendorong puskesmas dan rumah sakit terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas serta mempermudah pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Oleh Bobby Lolowang2026-10-23 17:08:00
Dinkes Kukar Dorong Inovasi Puskesmas, Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara Ismi Mufiddah. (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Tenggarong — Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong puskesmas dan rumah sakit terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan kualitas serta mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar Ismi Mufiddah mengatakan inovasi tidak semata-mata ditujukan untuk mengikuti perlombaan, tetapi diharapkan terus dikembangkan dan diterapkan dalam pelayanan kesehatan.

Menurut Ismi, dorongan untuk berinovasi telah dilakukan sejak sebelum pandemi Covid-19. Setiap tahun, sejumlah puskesmas secara bergantian mengikuti ajang inovasi yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).

“Jadi, setiap ada ajang lomba inovasi dari Brida, pasti ada puskesmas yang ikut setiap tahun. Mereka bergantian mengikuti, dan sekarang pun tetap berinovasi,” kata Ismi saat diwawancarai melalui telepon, Kamis (22/10/2026).

Ismi mengatakan pengembangan inovasi telah didorong di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari dinas kesehatan, puskesmas hingga rumah sakit.

Inovasi juga dikembangkan melalui program pelayanan dan kegiatan edukasi kesehatan, termasuk dalam pencanangan desa siaga.

Dinkes Kukar, lanjut Ismi, memberikan dukungan kepada fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan bantuan dalam mengembangkan inovasi, baik melalui kebijakan maupun dukungan manajerial.

“Sekarang kami dorong semuanya. Kalau memang membutuhkan fasilitas, kami fasilitasi, baik dari sisi kebijakan maupun manajerial. Inovasi ini memang kami budayakan,” ujarnya.

Menurut Ismi, inovasi juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses akreditasi fasilitas kesehatan.

Ia menegaskan keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh dalam perlombaan. Tujuan utamanya adalah menghasilkan perbaikan pelayanan dan memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan.

“Kalau juara, bagi kami itu bonus. Kalau juara, alhamdulillah. Artinya, inovasi yang digagas itu di mata tim penilai memiliki efek kebaruan dan keberlanjutan,” katanya.

Ismi mengatakan inovasi yang telah dikembangkan umumnya tetap dilanjutkan meskipun tidak meraih penghargaan. Gagasan tersebut juga dapat disempurnakan berdasarkan kebutuhan dan hasil penerapannya di lapangan.

Keikutsertaan dalam lomba inovasi, menurutnya, menjadi salah satu pemicu bagi fasilitas kesehatan untuk terus mengembangkan gagasan baru dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait