BRAVO13.ID, Tenggarong - Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Kartanegara mulai menyiapkan penyandang disabilitas untuk terlibat langsung sebagai pelatih atletik. Langkah itu diharapkan memperkuat pembinaan atlet disabilitas agar lebih mandiri dan dekat dengan komunitas masing-masing.
Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni mengatakan pelibatan penyandang disabilitas dalam pelatihan pelatih atletik bukan sekadar membuka kesempatan mengikuti kegiatan, tetapi diarahkan agar lahir pelatih dari kalangan mereka sendiri.
“Perolehan medali pada Pekan Paralimpik Provinsi cukup baik, tetapi kita belum memiliki atlet yang berasal dari kalangan penyandang disabilitas yang dibina secara mandiri di daerah. Selama ini, mereka masih didampingi oleh teman-teman dari PASI,” kata Aji di Tenggarong, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa prestasi atlet disabilitas perlu diikuti penguatan sistem pembinaan di daerah.
Pembinaan Diarahkan ke Komunitas
Aji berharap peserta dari kalangan penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan nantinya dapat kembali ke komunitas dan ikut membina calon atlet.
Dengan begitu, materi latihan dapat lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan atlet disabilitas.
“Dengan begitu, penyampaian materi dan penerapan teori dapat lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan teman-teman disabilitas,” jelasnya.
Menurut Aji, keberadaan pelatih dari komunitas sendiri juga dapat memperluas akses pembinaan dan membuat proses pendampingan lebih berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Dispora Kukar memperluas kesempatan di bidang olahraga, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Pembinaan Atletik Masih Perlu Diperluas
Selain pembinaan atlet disabilitas, Aji menilai sistem pencarian bakat atletik secara umum masih perlu diperkuat di berbagai wilayah Kukar.
Kegiatan lari dan kompetisi yang sudah cukup banyak dinilai dapat menjadi salah satu sarana untuk melihat potensi atlet. Namun, hasilnya perlu diikuti pembinaan yang lebih terstruktur.
“Namun ada beberapa hal yang perlu diperkuat. Pertama, program pembinaan ini harus disinkronkan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, karena pendidikan dasar mulai SD hingga SMP merupakan tempat yang strategis untuk menjaring bibit atlet sejak dini,” paparnya.
Ia juga mendorong pembinaan menjangkau wilayah hulu, tengah, hingga pesisir agar pencarian atlet tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan.
Pelatih Jadi Kunci Pemerataan
Aji menilai ketersediaan pelatih menjadi salah satu faktor penting agar pencarian bakat atletik dapat menjangkau wilayah Kukar yang luas.
“Dengan adanya program ini, saya rasa pencarian bibit atlet di wilayah Kukar yang luas bisa lebih mudah dilakukan,” ujarnya.
Potensi yang ditemukan diharapkan dapat dibina secara bertahap hingga berkembang menjadi atlet berprestasi.
Melalui pelatihan tersebut, Dispora Kukar mendorong pembinaan atletik yang lebih merata sekaligus membuka ruang lebih besar bagi penyandang disabilitas untuk tidak hanya menjadi atlet, tetapi juga terlibat sebagai pelatih dan pembina di komunitasnya. (adv)

