BRAVO13.ID, Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mulai mengarahkan penanganan pascakebakaran di Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, dari fase bantuan darurat menuju pemulihan dan penataan permukiman.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan jangka pendek hingga penataan dan pembangunan kembali pada tahap menengah dan panjang.
“Pemerintah daerah hadir di sini untuk meringankan beban warga yang terkena musibah kebakaran ini, melihat langsung situasi dan kondisi yang ada, serta merencanakan langkah-langkah agar ketika terjadi musibah seperti ini, penanganannya bisa lebih cepat lagi,” kata Aulia saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu (18/10/2026).
Kebakaran tersebut berdampak pada 11 rumah dan 15 kepala keluarga.
Aktivitas Warga Dipulihkan Lebih Dulu
Aulia mengatakan tahap awal difokuskan agar warga terdampak tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Jangka pendeknya, kita berusaha melakukan pemulihan dan memastikan kegiatan sehari-hari para korban tidak terhalang. Mereka tetap bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Sejumlah organisasi perangkat daerah telah bergerak sesuai tugas masing-masing untuk menangani kebutuhan warga.
Pemulihan tahap awal tersebut menjadi dasar sebelum pemerintah masuk ke penanganan yang lebih panjang.
Penataan Masuk Tahap Menengah dan Panjang
Setelah kebutuhan mendesak tertangani, Pemkab Kukar akan masuk ke tahap penataan kawasan.
Aulia mengatakan pemerintah akan membangun kembali sesuai kondisi lapangan, ketentuan yang berlaku, serta kewenangan perangkat daerah.
Bentuk bantuan maupun pembiayaan belum ditetapkan secara rinci karena masih harus menyesuaikan mekanisme dan kemampuan pemerintah daerah.
Karena itu, rencana penataan dan pembangunan kembali tidak serta-merta berarti seluruh rumah terdampak akan dibangun pemerintah dengan skema yang sama.
Mitigasi Ikut Dievaluasi
Selain pemulihan, Aulia mengatakan pemerintah daerah juga mengevaluasi langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak berulang.
Ia telah berdiskusi dengan Dinas Pemadam Kebakaran mengenai upaya pencegahan, termasuk edukasi kepada masyarakat.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah menggandeng Dewan Masjid Indonesia agar masjid dan langgar turut menyampaikan pengingat kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
“Setiap kali salat lima waktu, warga diingatkan untuk mematikan kompor. Kemudian mematikan listrik ketika bepergian, terutama saat malam hari, serta memastikan tidak ada colokan listrik yang masih terpasang,” jelasnya.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari mitigasi umum dan bukan kesimpulan mengenai penyebab kebakaran di Loa Ipuh.
Pemulihan Tidak Berhenti pada Bantuan
Aulia menegaskan penanganan tidak cukup berhenti pada penyerahan bantuan darurat.
Pemkab akan melanjutkan pendataan, pemulihan aktivitas warga, penataan lingkungan, serta pembahasan pembangunan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan pola tersebut, penanganan pascakebakaran Loa Ipuh bergerak dari fase darurat menuju rehabilitasi yang lebih panjang. (adv)

