BRAVO13.ID, Tenggarong - Memasuki pertengahan Oktober 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara mempercepat sosialisasi Program Dedikasi RT-Ku Terbaik kepada pengurus RT di desa dan kelurahan.
Sosialisasi ditargetkan selesai pada Oktober agar pengurus RT memahami mekanisme penggunaan anggaran, mulai dari penyusunan rencana kegiatan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban. Untuk tahun ini, anggaran program dialokasikan sebesar Rp50 juta per RT.
Kepala DPMD Kukar Arianto mengatakan tenaga ahli Pendekar bersama pendamping di kecamatan telah mulai ditugaskan menyampaikan mekanisme program kepada pengurus RT.
“Kemarin kita sudah mulai menugaskan teman-teman Pendekar, yaitu tenaga ahli kita, bersama Pendekar di kecamatan untuk melakukan sosialisasi mengenai proses pelaksanaan program dedikasi RT-Ku Terbaik,” kata Arianto saat ditemui di Loa Kulu, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, kesiapan anggaran telah tersedia. Tahapan yang kini menjadi perhatian DPMD adalah memastikan pengurus RT memahami cara merencanakan dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana.
Rp50 Juta untuk Tahun 2026
Arianto menjelaskan alokasi Program RT-Ku Terbaik pada 2026 sebesar Rp50 juta untuk setiap RT.
Dana tersebut dapat direncanakan untuk berbagai kegiatan sesuai kebutuhan lingkungan dengan tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme program.
Setelah kegiatan dilaksanakan, pengurus RT juga berkewajiban menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
Karena itu, materi sosialisasi tidak hanya membahas jenis kegiatan yang dapat direncanakan, tetapi juga tahapan administrasi sejak perencanaan hingga pelaporan.
“Hal ini perlu disosialisasikan agar pengurus RT memahami mekanismenya dengan baik, sehingga tidak terjadi kesalahan dan pelaksanaan program tidak mengalami kendala,” ujar Arianto.
Pendekar Dampingi Pengurus RT
DPMD menugaskan tenaga Pendekar di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan untuk mendampingi pelaksanaan program.
Pendamping tersebut bersama pemerintah kecamatan akan membantu pengurus RT menyusun kebutuhan yang akan dibiayai melalui program.
Dengan pendampingan tersebut, DPMD berharap penggunaan anggaran tidak hanya sesuai kebutuhan warga, tetapi juga memenuhi ketentuan administrasi dan pertanggungjawaban.
Sosialisasi ditargetkan rampung sepanjang Oktober sehingga tahapan program dapat dilanjutkan setelah pengurus RT memahami mekanisme penggunaannya.
Bagi DPMD Kukar, kesiapan anggaran saja belum cukup. Pemahaman pengurus RT terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban menjadi bagian penting agar Program RT-Ku Terbaik dapat berjalan tanpa persoalan administrasi. (adv)

