Bravo 13
Lima Jembatan dan Jalan 2,1 Kilometer Dibangun lewat TMMD Jembayan TengahTMMD ke-130 di Jembayan Tengah membangun jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter dan lima jembatan, dilengkapi gorong-gorong, sumur bor, MCK dan rehabilitasi rumah.
Oleh Bobby Lolowang2026-10-13 15:29:00
Lima Jembatan dan Jalan 2,1 Kilometer Dibangun lewat TMMD Jembayan Tengah
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama Komandan Kodim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Arm Benny Budiman menandatangani berita acara pembukaan TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Loa Kulu, Selasa (13/10/2026). (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Loa Kulu - Pembangunan lima jembatan kayu dan peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter menjadi bagian dari sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu.

Program yang resmi dimulai Selasa (13/10/2026) tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 11 November 2026. Selain jalan dan jembatan, TMMD juga menyasar pembangunan gorong-gorong, sumur bor, fasilitas sanitasi hingga rehabilitasi rumah warga.

Komandan Kodim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Arm Benny Budiman mengatakan salah satu pekerjaan utama adalah peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter menggunakan agregat lokal.

“Ada peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter dengan menggunakan agregat B lokal. Kemudian pembangunan lima unit MCK, renovasi lima rumah tidak layak huni, serta renovasi satu musala. Selain itu, ada pembangunan gorong-gorong dan lima jembatan kayu,” kata Benny.

Jalan tersebut memiliki lebar sekitar tiga meter dan ketebalan 20 sentimeter. Pembangunannya diarahkan untuk memperbaiki akses masyarakat sekaligus mempermudah aktivitas pertanian di Jembayan Tengah.

Lima Jembatan dan 12 Gorong-Gorong

Selain peningkatan jalan, lima jembatan kayu ulin dan 12 gorong-gorong masuk dalam sasaran fisik TMMD ke-130.

Infrastruktur itu menjadi bagian dari penguatan akses di sepanjang wilayah kegiatan, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan pertanian.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengatakan TMMD merupakan bentuk kolaborasi Pemkab Kukar dengan TNI dan unsur lainnya untuk mempercepat pembangunan di wilayah perdesaan.

“Karena kegiatan ini berfokus di desa, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan. Pertama, pembangunan jalan usaha tani sekitar dua kilometer. Kedua, rehabilitasi rumah tidak layak huni agar menjadi rumah layak huni. Kemudian, pembangunan MCK serta penanaman sebanyak 3.000 pohon,” ujarnya.

Menurut Aulia, pembangunan jalan usaha tani diharapkan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas petani.

Sekitar 100 hektare lahan disebut berpotensi memperoleh manfaat dari peningkatan akses tersebut. Jalan yang lebih memadai diharapkan mempermudah pengangkutan hasil pertanian sekaligus menekan biaya produksi dan distribusi.

Lima Sumur Bor Dukung Pertanian

Program TMMD juga mencakup pembangunan lima titik sumur bor.

Benny mengatakan fasilitas tersebut salah satunya diarahkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.

“Ada pembangunan lima titik sumur bor. Ini salah satunya untuk meningkatkan pengairan sawah yang akan kita laksanakan, termasuk untuk mendukung lahan pertanian,” katanya.

Selain sumur bor, program fisik mencakup rehabilitasi lima rumah tidak layak huni, pembangunan lima MCK, rehabilitasi satu musala, serta penanaman 3.000 pohon.

Libatkan 150 Prajurit

Pelaksanaan TMMD ke-130 melibatkan sekitar 150 prajurit dari sejumlah satuan.

Benny mengatakan personel juga berasal dari unsur TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang didatangkan dari Balikpapan.

Kegiatan tidak hanya menyasar pembangunan fisik. Program nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, edukasi stunting, hingga pelayanan kesehatan gratis juga disiapkan bagi masyarakat.

“Demikian kegiatan yang akan kita laksanakan dalam satu bulan ke depan,” ujar Benny.

Pemilihan Jembayan Tengah sebagai lokasi TMMD telah melalui proses perencanaan sebelumnya. Usulan kegiatan disebut telah masuk sejak 2025 melalui mekanisme perencanaan pembangunan desa.

Aulia berharap kolaborasi melalui TMMD dapat mempercepat penyediaan infrastruktur yang langsung digunakan masyarakat, terutama jalan dan fasilitas penunjang aktivitas pertanian di wilayah perdesaan. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait