BRAVO13.ID, Tenggarong — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara mencari skema pembiayaan untuk mempercepat pengadaan hidran di kawasan permukiman padat yang rawan kebakaran.
Kepala Damkarmatan Kukar Fida Hurasani menyebut harga satu unit hidran diperkirakan berkisar Rp15 juta hingga Rp17 juta. Nilai tersebut belum termasuk biaya pemasangan dan kebutuhan teknis pendukung.
Kebutuhan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat mengenai zona rawan kebakaran dan evaluasi penanganan kebakaran permukiman di DPRD Kukar, Senin (12/10/2026).
“Kalau ditanya apa yang dibutuhkan Damkar, saya butuh cepat. Untuk jangka pendek, saya membutuhkan tandon berkapasitas besar. Kalau bisa, hari ini juga sudah ada,” kata Fida.
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pengadaan fasilitas tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber pembiayaan.
Damkarmatan karena itu mulai mempertimbangkan alternatif lain, termasuk kemungkinan dukungan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
PDAM Siap Fasilitasi Jaringan
Fida mengatakan salah satu perkembangan dari pembahasan tersebut adalah kesiapan Perumda Air Minum Tirta Mahakam untuk membantu dari sisi jaringan air.
“Prinsipnya, PDAM yang memiliki kewenangan atas jaringan air sudah siap memfasilitasi,” ujarnya.
Kesiapan tersebut belum berarti hidran dapat langsung dipasang.
Damkarmatan masih perlu memastikan tersedianya unit hidran, sumber pembiayaan, serta titik jaringan yang memenuhi kebutuhan teknis pemadaman.
“Kita sepakati agar tidak terlalu lama berputar-putar. PDAM menyiapkan jaringan atau titik yang memungkinkan, kemudian kita mencari pihak yang bisa menyediakan hidrannya,” jelas Fida.
Tekanan Air Harus Memadai
Selain biaya, aspek teknis juga menjadi perhatian.
Fida mengatakan jaringan hidran harus memiliki tekanan dan debit air yang cukup untuk kebutuhan pemadaman. Karena itu, pemasangan tidak dapat begitu saja memanfaatkan seluruh jaringan distribusi rumah tangga.
Ia menyebut terdapat jaringan rumah tangga dan pipa induk yang memiliki karakter berbeda.
Kemungkinan titik hidran, menurutnya, akan diarahkan pada jaringan yang memiliki tekanan lebih besar dan kapasitas yang memungkinkan untuk mendukung operasi pemadaman.
Penentuan teknis tersebut nantinya perlu dibahas lebih lanjut bersama PDAM.
Tandon Jadi Solusi Jangka Pendek
Sambil menunggu pembangunan hidran, Damkarmatan mendorong penyediaan tandon air berkapasitas besar sebagai langkah jangka pendek.
Fida menilai sumber air yang tersedia dekat dengan kawasan permukiman dapat mempercepat respons petugas ketika kebakaran terjadi.
Keberadaan tandon juga dapat mengurangi waktu yang diperlukan armada untuk mencari atau mengisi ulang pasokan air di lokasi lain.
Menurutnya, kebutuhan itu menjadi semakin mendesak setelah kebakaran di kawasan Danau Aji memperlihatkan kembali persoalan keterbatasan sumber air di permukiman padat.
Danau Aji Diprioritaskan
Danau Aji menjadi salah satu kawasan yang didorong untuk mendapatkan penanganan lebih dulu.
Fida mengatakan penanganan kebakaran tidak boleh hanya berfokus pada satu kawasan. Namun, kondisi Danau Aji membuat wilayah tersebut perlu masuk dalam prioritas awal.
Risiko kebakaran di kawasan itu berkaitan dengan kepadatan permukiman, keterbatasan akses, serta ketersediaan sumber air untuk pemadaman.
Karena itu, Damkarmatan mendorong penyediaan tandon dalam jangka pendek sekaligus pembangunan hidran sebagai bagian dari penguatan mitigasi.
Fida berharap pembahasan bersama DPRD, PDAM, dan pihak terkait dapat menghasilkan langkah yang lebih cepat agar kebutuhan tersebut tidak berhenti pada perencanaan. (adv)

