Bravo 13
Belanja Pegawai Dipertahankan, Pemkab Kukar Alihkan Efisiensi ke Pos LainPemkab Kukar mempertahankan belanja pegawai di tengah keterbatasan fiskal dan mengarahkan efisiensi ke komponen belanja lain agar pelayanan publik tetap berjalan.
Oleh Bobby Lolowang2026-10-10 18:10:00
Belanja Pegawai Dipertahankan, Pemkab Kukar Alihkan Efisiensi ke Pos Lain
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan materi saat menjadi dosen tamu dalam perkuliahan Magister Administrasi Publik Universitas Mulawarman di Samarinda, Sabtu (10/10/2026). (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Samarinda - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memilih mempertahankan belanja pegawai di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas. Efisiensi diarahkan pada komponen belanja lainnya dengan tetap menjaga pelayanan publik kepada masyarakat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan penyesuaian anggaran menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal.

“Dalam kondisi ruang fiskal yang semakin terbatas, ada beberapa hal yang kita lakukan. Pertama, kita tidak mengurangi sama sekali belanja pegawai,” kata Aulia saat menjadi dosen tamu dalam perkuliahan Magister Administrasi Publik Universitas Mulawarman di Samarinda, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Aulia, pemerintah daerah juga melakukan efisiensi pada komponen belanja operasi lainnya serta mengoptimalkan belanja barang dan belanja modal.

Langkah tersebut diarahkan agar anggaran yang tersedia tetap dapat menopang program pemerintah tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Pelayanan Publik Tetap Dijaga

Aulia menegaskan keterbatasan ruang fiskal tidak boleh membuat masyarakat kehilangan manfaat dari pelayanan pemerintah.

“Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan publik yang diberikan,” ujarnya.

Karena itu, penataan belanja tidak semata-mata diarahkan pada pengurangan anggaran, melainkan pada penentuan prioritas penggunaan anggaran.

Belanja yang berkaitan dengan operasional pemerintahan, barang, maupun modal harus disesuaikan agar ruang fiskal yang tersedia dapat digunakan secara lebih efektif.

Kepercayaan Publik Jadi Perhatian

Selain membahas efisiensi anggaran, Aulia menyinggung pentingnya komunikasi pemerintah kepada masyarakat.

Menurutnya, kebijakan dan program yang telah dijalankan perlu disampaikan dengan baik agar masyarakat mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah dan dapat terlibat dalam pembangunan.

“Untuk membuat masyarakat terlibat dalam proses pembangunan, kita harus membangun kepercayaan atau trust kepada masyarakat. Apa yang sudah kita lakukan harus tersampaikan dengan baik,” jelasnya.

Aulia menyebut komunikasi pemerintahan atau government branding menjadi salah satu bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.

Dalam konteks tersebut, ia juga menyinggung kompetensi jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Aulia sebagai bagian dari pandangannya mengenai komunikasi publik pemerintah.

Bagi Pemkab Kukar, strategi menghadapi keterbatasan fiskal diarahkan pada dua hal yang berjalan bersamaan, yakni menata kembali prioritas belanja dan menjaga pelayanan publik tetap dirasakan masyarakat. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait