Bravo 13
Aulia: Yang Keluar dari Kukar Sebaiknya Listrik, Bukan Batu BaraBupati Kukar Aulia Rahman Basri mendorong pembangkit listrik mulut tambang agar energi dapat didistribusikan sebagai listrik dan mengurangi pengangkutan batu bara.
Oleh Bobby Lolowang2026-10-10 18:08:00
Aulia: Yang Keluar dari Kukar Sebaiknya Listrik, Bukan Batu Bara
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan keterangan mengenai gagasan pengembangan pembangkit listrik mulut tambang di Samarinda, Sabtu (10/10/2026). (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Samarinda - Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mendorong pemanfaatan batu bara lebih dekat dengan sumbernya melalui pengembangan pembangkit listrik mulut tambang. Dengan konsep tersebut, energi dari kawasan tambang dapat didistribusikan dalam bentuk listrik, sehingga pengangkutan batu bara dapat dikurangi.

“Harapan kita, ketika berbicara tentang energi, salah satunya adalah listrik. Kami juga memiliki pemikiran untuk membangun pembangkit listrik mulut tambang sehingga bisa mengurangi dampak buruk yang diakibatkan proses pengiriman batu bara. Jadi, yang keluar sudah dalam bentuk listrik, bukan lagi batu bara,” kata Aulia di Samarinda, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Aulia, gagasan tersebut menjadi salah satu pilihan dalam membicarakan pemanfaatan sumber daya energi yang dimiliki Kukar.

Alih-alih seluruh batu bara dikirim keluar dari wilayah produksi, sebagian sumber daya tersebut menurutnya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik di dekat kawasan tambang.

Kurangi Dampak Pengiriman Batu Bara

Aulia menilai pola tersebut dapat mengurangi dampak yang muncul dari proses pengiriman batu bara.

Namun, gagasan pembangkit listrik mulut tambang yang disampaikannya masih berada pada tahap pemikiran. Belum ada keterangan mengenai lokasi, kapasitas pembangkit, kebutuhan investasi, maupun waktu pelaksanaannya.

Karena itu, rencana tersebut belum dapat diposisikan sebagai proyek yang telah memasuki tahap pembangunan.

Pembahasan mengenai energi, lanjut Aulia, juga berkaitan dengan upaya memperluas manfaat listrik bagi masyarakat Kukar, termasuk di wilayah perdesaan.

Pengelolaan Listrik Desa Dibahas dengan PLN

Pemkab Kukar saat ini juga melakukan koordinasi mengenai pengelolaan listrik desa.

Aulia mengatakan data mengenai kebutuhan kelistrikan telah disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pemkab Kukar juga telah melakukan pembicaraan dengan PLN.

“Data sudah diberikan oleh Kementerian ESDM kepada pihak provinsi. Selain itu, kita juga melakukan beberapa pembicaraan dengan PLN, utamanya terkait pengelolaan listrik desa agar bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Pembahasan tersebut meliputi kemungkinan pengelolaan bersama terhadap infrastruktur kelistrikan yang sebelumnya telah dibangun pemerintah daerah.

Aulia mengatakan fasilitas listrik tersebut ke depan ingin dikerjasamakan operasionalnya dengan PLN.

“Ke depan, listrik-listrik yang sudah kita bangun akan kita kerja samakan operasionalnya dengan PLN agar pengelolaannya lebih profesional dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Kukar juga telah membahas dengan PLN penguatan layanan listrik di sejumlah desa yang masih menggunakan PLTS komunal. Sembilan desa direncanakan mendapat intervensi PLN pada 2027, sementara bentuk kerja sama dengan infrastruktur yang telah dibangun daerah masih dibahas, termasuk kemungkinan kerja sama operasional.

Bagi Pemkab Kukar, dua pembahasan tersebut memiliki tujuan yang berbeda. Pembangkit mulut tambang diarahkan sebagai gagasan untuk mengubah pola pemanfaatan sumber daya energi, sedangkan kerja sama dengan PLN ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan layanan listrik yang langsung digunakan masyarakat. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait