Bravo 13
Damkarmatan Kukar Mulai Simulasi Ulang Pascakebakaran Danau Aji, Tak Mau Tunggu Anggaran Tahun DepanDamkarmatan Kukar mulai melakukan simulasi dan pemetaan ulang pascakebakaran Danau Aji tanpa menunggu anggaran tahun depan, termasuk mengevaluasi hidran dan sumber air.
Oleh Bobby Lolowang2026-10-09 19:20:00
Damkarmatan Kukar Mulai Simulasi Ulang Pascakebakaran Danau Aji, Tak Mau Tunggu Anggaran Tahun Depan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara Fida Hurasani menjelaskan evaluasi dan pemetaan ulang sistem penanganan kebakaran pascakejadian di kawasan Danau Aji, Tenggarong. (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Tenggarong - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara mulai melakukan simulasi dan pemetaan ulang sistem penanganan kebakaran setelah peristiwa di kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Tenggarong.

Kepala Damkarmatan Kukar Fida Hurasani mengatakan langkah mitigasi tidak bisa hanya menunggu perencanaan maupun penganggaran tahun berikutnya karena kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Jangan sampai kita menunggu perencanaan dan anggaran tahun depan, sementara kebakaran bisa terjadi sewaktu-waktu. Sejak kejadian kebakaran malam itu, kami sudah mulai melakukan simulasi di mako dengan menggunakan pemetaan kembali,” kata Fida, Jumat (9/10/2026).

Evaluasi tersebut dilakukan setelah kebakaran di RT 33 Kelurahan Melayu pada 5 Oktober menunjukkan sejumlah kendala dalam penanganan, terutama keterbatasan sumber air di kawasan permukiman padat. Petugas sempat mengalami kekurangan pasokan air ketika proses pemadaman berlangsung.

Fida mengatakan mitigasi harus disusun dengan memperhitungkan kondisi terburuk, bukan hanya mengandalkan fasilitas yang direncanakan dibangun pada masa mendatang.

Danau Aji Masih Berisiko Tinggi

Menurut Fida, kawasan Danau Aji telah dipetakan sebagai wilayah rawan kebakaran sejak sekitar tiga tahun lalu.

Risikonya tidak hanya berkaitan dengan sumber air, tetapi juga kepadatan bangunan, kondisi tata ruang, serta keterbatasan akses ketika kendaraan pemadam harus masuk ke kawasan permukiman.

Pemetaan kawasan rawan tersebut telah disampaikan Damkarmatan sebelum kebakaran terakhir. Danau Aji hingga kawasan Jalan AM Alimuddin disebut memiliki karakter permukiman padat dan akses sumber air yang terbatas.

“Danau Aji akan tetap berstatus zona merah sampai kapan pun jika penataan bangunan, tata ruang, dan ketersediaan sumber air tidak dibenahi,” tegas Fida.

Ia menjelaskan kawasan yang masih berdekatan dengan sungai memiliki alternatif sumber air.

“Kawasan yang masih berada di pinggir sungai, seperti Jalan Kartini, masih memungkinkan mengambil air dari sungai. Namun untuk kawasan yang berjarak sekitar 400 meter dari sungai, keberadaan hidran memang sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Lima Hidran Dibutuhkan

Selain melakukan simulasi ulang, Damkarmatan kembali memetakan kebutuhan hidran di kawasan Danau Aji.

Fida menyebut sedikitnya lima titik diperlukan untuk memperkuat sumber air pemadaman. Namun, persoalan lahan masih menjadi kendala.

“Kalau warga bisa memberikan lahan, jumlah hidran yang dibutuhkan bukan hanya dua titik, tetapi lima titik. Saya meminta lima titik, tetapi warga baru sanggup menyediakan lahan untuk dua titik,” katanya.

Menurut Fida, penyediaan hidran membutuhkan dukungan masyarakat karena fasilitas tersebut memerlukan ruang di tengah kawasan yang sudah padat.

Damkarmatan akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta pihak terkait untuk menentukan titik yang memungkinkan.

Hidran Harus Didukung Sumber Air

Fida menegaskan pembangunan hidran saja belum cukup.

Fasilitas tersebut harus memiliki pasokan air dengan kapasitas dan tekanan yang dapat digunakan secara cepat ketika kebakaran terjadi.

Ia menilai sumur bor memiliki keterbatasan apabila dijadikan sumber utama untuk penanganan kebakaran berskala besar.

“Kalau terjadi kebakaran, kita tidak bisa menunggu pengisian ulang air seperti itu. Kita membutuhkan sumber air yang memiliki kapasitas dan tekanan yang memadai,” ujarnya.

Keterbatasan air memang menjadi salah satu persoalan utama dalam kebakaran Danau Aji. Armada pemadam harus melakukan pengisian ulang ketika persediaan air habis, sementara api terus merambat di kawasan padat.

Sebagai salah satu alternatif jangka pendek, Fida mengusulkan penyediaan penampungan air berkapasitas besar atau bunker seperti fasilitas yang terdapat di kawasan Tangga Arung Square.

Penampungan tersebut dapat menjadi cadangan air yang lebih cepat dimanfaatkan sambil menunggu pembangunan sistem hidran yang lebih permanen.

Hidran Lama Juga Dievaluasi

Damkarmatan turut mengevaluasi fasilitas hidran yang telah tersedia sebelumnya.

Fida mengatakan sejumlah hidran tidak lagi dapat dimanfaatkan secara maksimal. Beberapa titik menurutnya bahkan tidak lagi ditemukan setelah adanya pembangunan atau pelebaran jalan.

“Saya tidak mau mengungkit masalah masa lalu. Namun hidran-hidran yang ada sekarang sudah tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Ada beberapa titik yang sudah tidak saya temukan lagi setelah pelebaran jalan,” katanya.

Ia juga menyebut pemeriksaan hidran secara berkala yang pernah dilakukan Damkarmatan kini tidak lagi berjalan.

Pada periode sebelumnya, personel dikerahkan setiap bulan untuk memeriksa kondisi hidran sekaligus membersihkan endapan lumpur di fasilitas tersebut.

Karena itu, simulasi dan pemetaan ulang yang dilakukan Damkarmatan tidak hanya diarahkan untuk menentukan pembangunan fasilitas baru, tetapi juga melihat kembali kesiapan sumber air dan infrastruktur pemadaman yang telah tersedia.

Fida mengatakan Damkarmatan akan terus mematangkan pola mitigasi sambil berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, PDAM, serta masyarakat di kawasan berisiko. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait