BRAVO13.ID, Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri meminta penanganan warga terdampak kebakaran RT 33 Kelurahan Melayu, Tenggarong, tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan darurat. Aktivitas sehari-hari warga, mulai dari sekolah hingga pekerjaan, menjadi prioritas dalam tahap awal pemulihan.
Aulia menyampaikan hal itu saat meninjau lokasi kebakaran, posko bantuan, dan dapur umum di Kelurahan Melayu, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah harus memastikan warga terdampak tetap dapat menjalankan rutinitas meski kehilangan rumah maupun sejumlah barang akibat kebakaran.
“Bagi yang bersekolah, perlengkapan sekolahnya terpenuhi. Bagi yang bekerja, perlengkapan dan kebutuhan pekerjaannya juga terpenuhi, sehingga kegiatan sehari-harinya tidak terganggu,” kata Aulia.
Ia mengatakan Plt Camat Tenggarong dan Lurah Melayu telah diminta memastikan kebutuhan tersebut teridentifikasi dan ditangani.
Penanganan jangka pendek difokuskan pada kebutuhan yang memungkinkan warga kembali beraktivitas, mulai dari makanan, pakaian, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan warga yang bekerja.
“Jangka pendeknya adalah kita memastikan bahwa proses aktivitas sehari-hari warga masyarakat kita itu tidak terganggu,” ujarnya.
Kebutuhan Warga Didata Lebih Terperinci
Lurah Melayu Muhammad Hafiz mengatakan pendataan terus dilakukan untuk mengetahui kebutuhan setiap warga terdampak.
Selain bahan pokok, kebutuhan pakaian, perlengkapan mandi, dan kebutuhan pribadi juga masuk dalam pendataan.
“Yang paling penting itu keberlangsungan sehari-harinya bisa dipulihkan untuk aktivitas sehari-hari. Apalagi yang berkaitan dengan bahan pokok makanan, pakaian, alat-alat mandi, alat-alat underwear,” kata Hafiz.
Data terakhir yang disampaikan kelurahan mencatat 75 kepala keluarga atau 224 jiwa terdampak. Angka tersebut merupakan hasil pembaruan pendataan setelah sebelumnya jumlah warga yang tercatat lebih sedikit.
Namun, dalam penanganan kali ini pemerintah tidak hanya berfokus pada jumlah korban, melainkan pada kebutuhan masing-masing warga agar bantuan yang diberikan sesuai kondisi mereka.
Dokumen Kependudukan Ikut Ditangani
Pemulihan juga mencakup dokumen administrasi yang hilang atau rusak akibat kebakaran.
Kelurahan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kukar terkait KTP dan Kartu Keluarga warga yang terdampak.
Koordinasi juga dilakukan dengan sektor pendidikan untuk mengidentifikasi kebutuhan anak-anak sekolah.
Hafiz mengatakan pemerintah sedang mengupayakan agar pelayanan terhadap warga dapat dikoordinasikan melalui satu posko sehingga pendataan dan penyaluran bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Jadi kami lagi memikirkan bagaimana supaya poskonya bisa satu pintu,” ujarnya.
Penataan Kawasan Masuk Tahap Berikutnya
Setelah kebutuhan harian warga tertangani, Pemkab Kukar akan melanjutkan pemulihan dalam jangka menengah dan panjang sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi kawasan permukiman, terutama akses menuju lokasi kebakaran.
Aulia mengatakan keterbatasan akses membuat kendaraan pemadam kesulitan menjangkau titik api saat kebakaran terjadi.
“Kalau seperti kemarin, misalnya jalanan tidak ada, mobil pemadam kebakaran agak susah untuk masuk ke dalam. Sehingga proses penanganannya tidak bisa berjalan optimal,” jelasnya.
Ia mengatakan informasi dari Damkarmatan Kukar menunjukkan proses pemadaman pada kejadian tersebut berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi yang biasanya mereka tangani.
“Tadi juga kami disampaikan oleh Kepala Damkar, mereka pada umumnya bisa memadamkan api kurang dari 30 menit. Nah, kemarin itu sampai dua jam baru bisa diselesaikan pemadamannya,” kata Aulia.
Karena itu, penataan kawasan, akses kendaraan pemadam, serta dukungan sumber air akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah setelah fase pemulihan kebutuhan dasar warga berjalan.
Bagi Pemkab Kukar, tahap awal pascakebakaran saat ini diarahkan agar warga dapat kembali menjalankan kehidupan sehari-hari secepat mungkin, sembari menyiapkan langkah penataan kawasan dalam jangka berikutnya. (adv)

-webp.webp)