Bravo 13
Dinsos-BPBD Bagi Tugas Penuhi Makan 151 Warga Terdampak Kebakaran MelayuDinsos dan BPBD Kukar membagi tugas memenuhi makan tiga kali sehari bagi sekitar 151 warga terdampak kebakaran RT 33 Kelurahan Melayu.
Oleh Bobby Lolowang2026-10-07 22:40:00
Dinsos-BPBD Bagi Tugas Penuhi Makan 151 Warga Terdampak Kebakaran Melayu
Dinas Sosial Kutai Kartanegara mendirikan dapur umum sementara untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak kebakaran RT 33 Kelurahan Melayu, Tenggarong. Dinsos bersama BPBD membagi tugas penyediaan konsumsi bagi sekitar 151 warga terdampak. (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Tenggarong - Dinas Sosial bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara membagi tugas untuk memenuhi kebutuhan makan sekitar 151 warga terdampak kebakaran di RT 33 Kelurahan Melayu, Tenggarong.

Kolaborasi tersebut dilakukan melalui dapur umum yang disiapkan setelah kebakaran melanda kawasan permukiman pada Senin (5/10/2026). Warga terdampak mendapat layanan konsumsi tiga kali sehari selama masa penanganan darurat.

Kepala Dinas Sosial Kukar Rinda Desianti mengatakan dapur umum mulai disiapkan pada malam setelah kebakaran. Saat pelayanan sarapan belum siap sepenuhnya, kebutuhan makanan warga terlebih dahulu dibantu Baznas.

“Dari tadi malam kami sudah mendirikan dapur umum. Kalau pagi ini, karena belum siap, makanan untuk sarapan di-drop oleh Baznas,” kata Rinda di lokasi kebakaran.

Untuk kebutuhan makan selanjutnya, Dinsos berkoordinasi dengan BPBD agar beban pelayanan dapat dibagi sesuai jumlah warga yang harus dilayani.

“Jadi dibagi, karena total yang disampaikan oleh kecamatan sekitar 151 orang. Nanti kita kolaborasi, kita bagi yang akan dimasak atau disajikan untuk warga. Untuk kebutuhan makan, sehari tiga kali,” jelasnya.

Pelayanan Disesuaikan Data Warga

Rinda mengatakan angka 151 jiwa masih mengacu pada data sementara yang disampaikan pemerintah setempat.

Karena itu, Dinsos tetap menunggu pemutakhiran data dari kelurahan dan kecamatan untuk memastikan jumlah warga serta kebutuhan masing-masing keluarga.

Pendataan terperinci diperlukan karena kebutuhan setiap korban tidak sama.

Selain kebutuhan makan, Dinsos juga menyiapkan bantuan berupa sembako, perlengkapan bayi, pakaian, hingga kebutuhan sekolah bagi anak-anak yang terdampak.

“Tapi kami bertahap. Kami menunggu data yang fix dulu, identifikasi korban secara detail, supaya bantuannya tepat sasaran,” ujar Rinda.

Pendataan tersebut menjadi dasar untuk menentukan jenis dan jumlah bantuan yang akan disalurkan kepada masing-masing warga.

Dievaluasi Tiga Hari Pertama

Operasional dapur umum direncanakan berjalan hingga tujuh hari pada tahap awal.

Namun, Dinsos akan melakukan evaluasi dalam tiga hari pertama untuk menentukan apakah layanan masih perlu dilanjutkan lebih lama.

“Maksimum tujuh hari. Tapi kita lihat perkembangan dalam tiga hari ini bagaimana. Kalau memang diperlukan, kita perpanjang lagi,” kata Rinda.

Dengan mekanisme tersebut, durasi pelayanan dapur umum akan menyesuaikan kondisi warga dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Dinsos dan BPBD Kukar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, kecamatan, Baznas, serta unsur lain yang terlibat dalam penanganan pascakebakaran agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa darurat. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait