BRAVO13.ID, Tenggarong - Pemerintah Kelurahan Melayu membuka dua posko untuk menangani warga terdampak kebakaran di RT 33, Tenggarong. Posko tersebut digunakan untuk pendataan, penerimaan dan distribusi bantuan, serta pelayanan kebutuhan warga setelah kebakaran melanda kawasan permukiman tersebut.
Lurah Melayu Muhammad Hafiz mengatakan data sementara mencatat 50 kepala keluarga atau 151 jiwa terdampak kebakaran. Pendataan masih terus diperbarui karena kawasan tersebut dihuni tidak hanya oleh pemilik rumah, tetapi juga banyak warga yang tinggal di rumah kontrakan dan bangsal.
“Untuk data sementara ada 50 KK dengan 151 jiwa. Ini masih terus kita lakukan pendataan,” kata Hafiz di Tenggarong, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, sekitar 70 persen penghuni di RT 33 merupakan warga yang tinggal di rumah sewaan atau kontrakan. Kondisi tersebut membuat pendataan tidak cukup hanya berdasarkan jumlah bangunan yang terbakar.
Kelurahan harus memastikan jumlah penghuni setiap bangunan agar seluruh warga terdampak tercatat dalam penanganan pascabencana.
Data sementara juga mencatat warga terdampak berasal dari berbagai kelompok usia. Di antaranya terdapat tiga anak usia prasekolah, 16 siswa SD, empat siswa SMP, delapan siswa SMA, serta 10 mahasiswa.
Dua Posko untuk Warga
Untuk memudahkan penanganan, Kelurahan Melayu membuka dua titik pelayanan.
Posko informasi dan logistik ditempatkan di depan kawasan Jalan Aji Alimuddin. Sementara dapur umum berada di kawasan Gang 5.
Melalui posko tersebut, pemerintah melakukan pembaruan data sekaligus mengoordinasikan bantuan yang masuk bagi warga terdampak.
Kelurahan juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial, BPBD, serta sejumlah pihak lain untuk memastikan kebutuhan dasar warga selama masa penanganan darurat dapat terpenuhi.
Hafiz mengatakan pendataan terperinci dibutuhkan karena jenis kebutuhan setiap keluarga berbeda.
Selain makanan dan kebutuhan sehari-hari, pemerintah juga harus mengetahui warga yang kehilangan dokumen, kebutuhan anak sekolah, hingga kelompok yang membutuhkan penanganan khusus.
Tak Ada Korban Meninggal
Hafiz memastikan tidak terdapat korban meninggal dunia dalam kebakaran tersebut.
Ia sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai adanya korban jiwa.
Satu warga lanjut usia sempat mendapatkan perawatan medis setelah mengalami sesak akibat menghirup asap.
“Alhamdulillah untuk korban jiwa tidak ada,” ujarnya.
Jumlah bangunan yang terdampak juga masih dalam proses pendataan.
Kelurahan mencatat sekitar 27 rumah milik pribadi terdampak, tetapi angka tersebut belum mencakup seluruh rumah kontrakan, bangsal maupun bangunan sewaan yang berada di kawasan kebakaran.
Karena itu, pemerintah belum menjadikan angka 27 sebagai jumlah keseluruhan rumah terdampak.
Dokumen Warga Turut Didata
Selain kebutuhan logistik, Kelurahan Melayu mulai menginventarisasi dokumen kependudukan warga yang hilang atau rusak akibat kebakaran.
Pendataan tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kukar agar dokumen warga dapat diterbitkan kembali sesuai prosedur.
Kelurahan juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyesuaikan bantuan dengan kondisi masing-masing keluarga.
Tempat tinggal sementara telah disiapkan bagi warga yang membutuhkan. Namun, menurut Hafiz, sebagian besar warga terdampak sementara memilih tinggal bersama keluarga atau kerabat.
Pemerintah kelurahan akan terus memperbarui data korban melalui dua posko tersebut agar penyaluran bantuan dan pelayanan pascakebakaran dapat menjangkau seluruh warga yang terdampak. (adv)

