BRAVO13.ID, Tenggarong - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara mengevaluasi kesiapan penanganan kebakaran di kawasan permukiman padat setelah kebakaran melanda RT 33 Kelurahan Melayu, Tenggarong, Senin (5/10/2026).
Keterbatasan akses dan sumber air menjadi dua persoalan yang mendapat perhatian setelah kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 75 bangunan di kawasan Jalan AM Alimuddin dan Danau Aji.
Kepala Damkarmatan Kukar Fida Hurasani mengatakan kawasan Danau Aji sebelumnya memang telah dipetakan sebagai wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dalam penanganan kebakaran.
Karakter permukiman yang padat, akses terbatas, serta sulitnya memperoleh sumber air menjadi sejumlah faktor yang telah diperhitungkan Damkarmatan. Kawasan yang menjadi perhatian mencakup Jalan Danau Aji, Jalan AM Alimuddin hingga Danau Lipan.
“Saya sudah katakan sama teman-teman, setiap kami rapat, setiap kami kumpul, waspada Danau Aji,” kata Fida.
Menurutnya, Damkarmatan sebelumnya telah melakukan pemetaan menggunakan drone hingga simulasi pemasangan selang untuk menentukan pola penanganan apabila kebakaran terjadi di kawasan tersebut.
Sarana pendukung berupa hidran kering juga telah disiapkan untuk membantu pengisian air. Selain itu, terdapat dua tandon berkapasitas masing-masing 5.000 liter di kawasan Danau Aji.
Namun, saat kebakaran terjadi, ketersediaan air kembali menjadi kendala utama.
Pasokan Air Sempat Habis
Fida mengatakan petugas langsung melakukan penyiraman setelah tiba di lokasi. Namun, kondisi permukiman yang rapat, cuaca panas, dan angin kencang membuat api cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Kebutuhan air untuk pemadaman pun meningkat.
“Kita kehabisan air di titik awal munculnya api. Kondisinya panas, listrik juga padam,” ujarnya.
Dalam proses pemadaman, petugas harus mencari sumber air untuk kembali mengisi armada. Salah satu titik yang dimanfaatkan berada di depan KUA Tenggarong karena lebih dekat dengan akses menuju Sungai Tenggarong.
Fida mengatakan kapasitas tandon yang tersedia di kawasan tersebut belum memadai ketika menghadapi kebakaran yang telah meluas di permukiman padat.
“Kita tadi menyaksikan pada saat air kita habis, kita mengisi, kita hanya menonton api itu memakan satu unit rumah,” katanya.
Sekitar sembilan hingga 10 unit armada dikerahkan dalam penanganan kebakaran. Damkarmatan juga mendapat dukungan unit dari wilayah lain, relawan, kendaraan water cannon kepolisian, serta pasokan air dari PDAM.
Strategi Penanganan Akan Dimatangkan
Fida mengatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Damkarmatan Kukar, terutama dalam memperkuat kesiapan sumber air dan strategi pemadaman di kawasan padat penduduk.
Menurutnya, meski kawasan Danau Aji telah dipetakan dan beberapa langkah mitigasi sudah dilakukan, pengalaman di lapangan menunjukkan kesiapan tersebut masih perlu diperkuat.
“Ini pelajaran. Kami juga akan mencoba mematangkan ini dengan baik lagi. Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 75 bangunan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun sejumlah warga memerlukan penanganan medis akibat sesak napas dan syok.
Sementara penyebab pasti kebakaran belum dipastikan. Fida mengatakan informasi mengenai titik awal api masih perlu diperiksa lebih lanjut sehingga Damkarmatan belum menyimpulkan penyebab kejadian.
Evaluasi pascakebakaran akan menjadi dasar Damkarmatan Kukar untuk kembali mematangkan pola penanganan, terutama menyangkut akses petugas serta ketersediaan sumber air di permukiman padat Tenggarong. (adv)

