Bravo 13
Aulia Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap di Tenggarong, Wacana IKN Bukan PemindahanBupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan wacana Erau di IKN bukan pemindahan Erau Adat Kutai yang tetap digelar di Tenggarong.
Oleh Bobby Lolowang2026-09-28 13:02:00
Aulia Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap di Tenggarong, Wacana IKN Bukan Pemindahan
Suasana salah satu prosesi adat dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan Erau Adat Kutai tetap menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan di Tenggarong. (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan Erau Adat Kutai tetap menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan di Tenggarong. Wacana penyelenggaraan Erau di Ibu Kota Nusantara (IKN), menurutnya, tidak berarti memindahkan pesta adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dari Kota Raja.

Penegasan tersebut disampaikan Aulia untuk meluruskan pemahaman yang berkembang setelah muncul wacana pelaksanaan Erau di kawasan IKN.

“Erau di IKN merupakan bagian dari Erau yang dilaksanakan di daerah-daerah bagian Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, bukan memindahkan Erau yang ada di Tenggarong hari ini ke IKN,” kata Aulia di Tenggarong, Senin (28/9/2026).

Wacana pelaksanaan Erau di IKN sebelumnya muncul setelah Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menghadiri rangkaian Belimbur Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong pada Minggu (27/9/2026). Basuki menyampaikan adanya permintaan Sultan agar kegiatan serupa dapat digelar di IKN pada masa mendatang.

Aulia mengatakan istilah Erau secara umum memiliki makna pesta atau keramaian. Karena itu, kegiatan dengan semangat Erau dapat dilaksanakan di sejumlah wilayah yang memiliki keterkaitan sejarah dan budaya dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Salah satunya adalah Kutai Timur. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menyiapkan Festival Erau dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah pada Oktober 2026.

“Erau itu artinya pesta riuh. Erau hari ini dilaksanakan di beberapa titik. Tanggal 12 nanti kita melaksanakan Erau di Kutai Timur. Terus ada juga pelaksanaan Erau di beberapa titik,” ujar Aulia.

Namun, ia menegaskan posisi Erau Adat Kutai sebagai rangkaian adat utama Kesultanan tetap berada di Tenggarong.

“Nah, ini yang harus dipahami oleh seluruh pihak. Erau Adat Kutai adanya di Tenggarong. Itu yang harus kita pahami, Erau Adat Kutai ada di Tenggarong,” tegasnya.

Menurut Aulia, pelaksanaan kegiatan Erau di wilayah lain dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap tradisi Kutai sekaligus sarana mengambil nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.

Tetapi penyelenggaraan tersebut tidak menggantikan Erau Adat Kutai yang setiap tahun dilaksanakan di Tenggarong.

“Erau-Erau yang lain bisa dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan, sebagai bentuk kita ingin mengambil hikmah daripada Erau itu sendiri. Akan tetapi, Erau yang kita sebut dengan Erau Adat Kutai setiap tahunnya tetap kita laksanakan di Tenggarong,” katanya.

Pada 2026, rangkaian utama Erau Adat Kutai berlangsung pada 20–27 September di Tenggarong, sebelum ditutup melalui ritual Merebahkan Pinang Ayu pada 28 September. detikcom

Aulia mengatakan penjelasan mengenai perbedaan tersebut perlu disampaikan agar masyarakat tidak memahami wacana Erau di IKN sebagai pemindahan pelaksanaan Erau Adat Kutai.

“Ini yang harus kita luruskan sehingga tidak terjadi distorsi informasi di tengah-tengah masyarakat, seolah-olah tahun depan Erau itu dilaksanakan di IKN dan di Tenggarong tidak dilaksanakan Erau,” ujarnya.

Aulia menegaskan, pelaksanaan Erau di wilayah lain dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap tradisi dan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Namun, Erau Adat Kutai sebagai agenda tahunan Kesultanan tetap dilaksanakan di Tenggarong. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait