BRAVO13.ID, Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung di Tenggarong pada Desember 2026.
Sekretaris Daerah Kukar sekaligus Ketua LPTQ Kukar, Sunggono, mengatakan panitia inti telah mengevaluasi kesiapan setiap bidang sekaligus menyepakati sejumlah komponen penting penyelenggaraan.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari panitia inti pelaksana MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dilaksanakan di Tenggarong telah melaksanakan rapat bersama pengurus dan panitia inti,” kata Sunggono di Kantor Bupati Kukar, Rabu (23/9/2026).
Rapat tersebut membahas evaluasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an, laporan dari pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Semarang, serta kesiapan masing-masing bidang kepanitiaan.
Kalimantan Timur sendiri baru saja meraih juara umum MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang pada 19 September dengan 288 poin.
“Dari penjelasan para koordinator bidang, insyaallah secara keseluruhan kita siap menyelenggarakan MTQ,” ujar Sunggono.
Sejumlah hal yang sebelumnya masih dibahas di tingkat panitia kini telah memperoleh kesepakatan, mulai arena utama, logo, maskot hingga tema kegiatan.
“Sudah kita sepakati hal-hal penting yang selama ini belum mencapai kata sepakat. Misalnya arena utama atau tempat pelaksanaannya di mana. Kemudian maskot, logo MTQ seperti apa, dan tema MTQ seperti apa. Itu sekarang sudah kita sepakati semua,” katanya.
Halaman Kantor Bupati Jadi Arena Utama
Sunggono mengatakan halaman Kantor Bupati Kukar dipilih sebagai arena utama penyelenggaraan.
“Kalau sementara ini yang kita sepakati di halaman Kantor Bupati Kukar. Mungkin pengaturan seperti 17-an gitu lah,” katanya.
Pemilihan halaman Kantor Bupati sebagai arena utama sebenarnya telah masuk dalam rancangan persiapan sejak April 2026. Pemprov Kaltim saat itu mencatat lokasi tersebut direncanakan untuk pembukaan, penutupan, serta sejumlah golongan cabang tilawah, bersama 12 lokasi lain yang disiapkan di Tenggarong.
Hasil rapat terbaru selanjutnya akan dilaporkan kepada Bupati Kukar Aulia Rahman Basri untuk mendapatkan persetujuan sebelum tahapan teknis dilanjutkan.
Sementara terkait maskot, Sunggono belum mengungkapkan desain yang telah disepakati.
“Maskotnya rahasia dong, enggak boleh disampaikan sekali. Tapi insyaallah sangat-sangat menarik,” ujarnya.
Panitia menargetkan pekerjaan teknis dan fisik mulai bergerak pada awal Oktober.
“Jadi tadi sudah saya sampaikan kepada teman-teman, insyaallah paling lambat 1 Oktober ini persiapan teknis, persiapan fisik, dan kegiatan yang harus kita laksanakan sudah siap. Teman-teman yang membawahi masing-masing bidang terlebih dahulu sudah siap untuk itu,” kata Sunggono.
Pembinaan Kafilah Sudah Berjalan
Selain menjadi tuan rumah, Kukar juga mempersiapkan peserta yang akan berlomba.
Sunggono mengatakan pembinaan telah dilakukan sejak awal 2026 melalui seleksi dan pemusatan latihan terhadap peserta potensial dari hasil MTQ tingkat kabupaten maupun kecamatan.
“Kemudian ada lagi MTQ tingkat kecamatan dan peserta atau juara-juaranya kita ikutsertakan lagi di pemusatan pelatihan,” katanya.
Pembinaan dilakukan melalui beberapa tahap, baik secara mandiri maupun dalam pelatihan terpusat.
“Jadi ada beberapa tahapan yang sudah kita laksanakan, baik yang sifatnya mandiri maupun pelatihan terpusat,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Kukar juga menargetkan prestasi tertinggi.
“Juara umum, doakan,” kata Sunggono.
MTQH Kaltim ke-46 tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 3–12 Desember 2026. Berdasarkan koordinasi LPTQ Kaltim dan Kukar, sekitar 1.150 orang diperkirakan hadir, terdiri atas 600 peserta, 250 ofisial dan sekitar 300 tamu undangan. Sebanyak sembilan cabang dengan 28 golongan lomba direncanakan dipertandingkan.
Pemkab Kukar selanjutnya melanjutkan persiapan arena, akomodasi, teknis lomba dan kebutuhan pendukung lainnya sebelum pelaksanaan MTQH pada Desember mendatang. (adv)

-webp.webp)