Bravo 13
Bupati Aulia Tata Ulang Pola Beseprah, Pejabat Dibaurkan dengan WargaBupati Kukar Aulia Rahman Basri menata ulang pola Beseprah Erau 2026 agar pejabat membaur dan duduk bersama masyarakat dalam satu jamuan.
Oleh Bobby Lolowang2026-09-24 16:31:00
Bupati Aulia Tata Ulang Pola Beseprah, Pejabat Dibaurkan dengan Warga
Masyarakat mengikuti Beseprah dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Kamis (24/9/2026). (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Tenggarong - Pelaksanaan Beseprah dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 dibuat lebih membaur. Pejabat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tidak ditempatkan dalam satu kelompok khusus, tetapi disebar untuk duduk dan menikmati jamuan bersama masyarakat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pola tersebut diterapkan agar makna Beseprah sebagai ruang kebersamaan dan kesetaraan antara pemimpin dengan masyarakat benar-benar terlihat.

Beseprah digelar di kawasan depan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura atau Museum Mulawarman, Tenggarong, Kamis (24/9/2026). Pelaksanaan dengan pola pejabat membaur bersama warga juga tercatat dalam sejumlah laporan dari kegiatan yang sama.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Beseprah yang merupakan bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Dalam tradisi Beseprah, kita makan bersama dengan seluruh warga masyarakat, duduk bersama dengan menu yang sama dan merasakan kenikmatan yang sama,” kata Aulia.

Dalam Beseprah tahun ini, masyarakat ditempatkan langsung berhadapan dan duduk bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Bupati, serta unsur pimpinan daerah.

Sementara jajaran organisasi perangkat daerah tidak dikumpulkan dalam satu kawasan, tetapi disebar ke sejumlah titik agar dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Aulia mengatakan pola tersebut sengaja diterapkan karena esensi Beseprah bukan sekadar makan bersama sesama pejabat.

“Kalau seandainya sesama pejabat itu tidak Beseprah namanya, tidak duduk bersama dengan rakyat,” ujarnya.

“Oleh karena itu, konsepnya kita ubah. Yang berhadapan dengan kami bersama Ayahanda Sultan adalah langsung warga masyarakat dan semuanya membaur. Organisasi perangkat daerah juga kami sebar di seluruh titik sehingga semuanya bisa membaur dengan masyarakat,” lanjutnya.

Pola yang sama terlihat dalam pelaksanaan Beseprah 2026. Sultan, pimpinan daerah, Forkopimda dan warga menikmati hidangan yang sama tanpa pemisahan tempat berdasarkan jabatan.

Aulia berharap model tersebut dapat terus dipertahankan pada pelaksanaan Beseprah berikutnya.

Menurut dia, suasana yang lebih cair dapat mengurangi jarak antara pejabat dan masyarakat sekaligus menguatkan nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari tradisi tersebut.

“Tradisi yang baik ini akan kami coba pertahankan terus. Mudah-mudahan masyarakat menyukainya dan tidak merasa sungkan ketika diperlakukan seperti itu,” katanya.

Beseprah tahun ini membawa semangat “Raja Menjamu Rakyatnya”, yang menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam jamuan Kesultanan dan pemerintah daerah. Sementara tema besar Erau Adat Kutai 2026 adalah “Manunggal Raja Bersama Rakyatnya.”

Menurut Aulia, kesetaraan dalam Beseprah tidak hanya terlihat dari posisi duduk, tetapi juga dari hidangan yang dinikmati bersama.

Ia berharap nilai tersebut dapat membangun semangat saling mendukung dan membantu dalam kehidupan masyarakat.

“Harapan kita, melalui Beseprah ini muncul semangat kebersamaan, semangat untuk saling mendukung dan saling membantu satu sama lain, serta duduk setara satu dengan yang lain,” ujarnya.

Aulia menilai nilai kebersamaan tersebut juga relevan dalam pembangunan daerah.

“Ini menginspirasi kita dalam proses pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kukar adalah milik kita bersama, Kesultanan juga milik kita bersama,” katanya.

Menurut dia, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai pemerintah, Kesultanan hingga masyarakat.

“Dengan semangat yang kita dapatkan hari ini, ini menjadi modal dasar dan modal kuat kita untuk bersama-sama membangun Kutai Kartanegara menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Beseprah sendiri merupakan tradisi makan bersama yang menempatkan peserta dalam posisi setara. Dalam pelaksanaan 2026, nilai tersebut diterjemahkan lebih konkret melalui penataan peserta agar pejabat pemerintah membaur langsung dengan masyarakat. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait