BRAVO13.ID, Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggabungkan ruang usaha fisik dan etalase digital untuk memperluas akses pasar UMKM melalui Arbizz Space dan KukarGO.
Kedua fasilitas tersebut resmi diluncurkan di kawasan Taman Pujasera Tenggarong, Sabtu malam (3/10/2026). Arbizz Space menyediakan ruang bagi pelaku usaha untuk berjualan secara langsung, sedangkan KukarGO menjadi etalase digital produk UMKM Kukar.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Arbizz Space dipersiapkan sebagai ruang bersama bagi pelaku UMKM dari berbagai kecamatan.
“Alhamdulillah tenant yang kita siapkan di sini sebanyak 58 tenant sudah penuh semua,” kata Aulia.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Muhammad Reza menjelaskan seluruh 58 tenant telah terikat kontrak. Namun, pada saat peluncuran baru 54 tenant yang beroperasi, sementara empat lainnya masih dalam tahap rehabilitasi.
Arbizz Space sendiri telah beroperasi secara bertahap sekitar satu bulan sebelum peluncuran resmi.
“Alhamdulillah hari ini sudah terlaksana launching Arbizz Space. Memang Arbizz Space ini sudah satu bulan yang lalu beroperasional,” ujar Reza.
Pelaku usaha yang mengisi kawasan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kukar, tidak hanya Tenggarong. Salah satunya merupakan pelaku usaha kopi dari Kecamatan Kembang Janggut.
Aulia berharap Arbizz Space berkembang bukan hanya sebagai kawasan kuliner, tetapi menjadi ruang berkumpul masyarakat dengan aktivitas bisnis, rekreasi, seni, dan budaya.
“Kita berharap Arbizz Space ini betul-betul menjadi space untuk hub-nya orang, hub-nya warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Panggung yang tersedia di kawasan tersebut juga direncanakan menjadi ruang pertunjukan budaya, tari, maupun kegiatan lain yang dapat menarik kunjungan masyarakat.
Sementara itu, KukarGO menjadi jalur digital untuk memperluas promosi produk UMKM.
Reza mengatakan KukarGO berfungsi sebagai etalase yang dapat digunakan sejumlah perangkat daerah pembina UMKM, di antaranya Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dispora, dan Disnaker. DPMPTSP Kukar berperan sebagai operator.
“Beberapa OPD terkait bisa memanfaatkan etalase UMKM ini melalui aplikasi KukarGO,” katanya.
Aulia menegaskan pelaku usaha tidak dikenai potongan ketika memanfaatkan KukarGO.
“Yang pasti KukarGO ini gratis. Tidak ada potongan kepada para penjual,” ujarnya.
Pada tahap saat ini, KukarGO terutama berfungsi sebagai etalase digital yang mempertemukan calon konsumen dengan pelaku usaha. Proses transaksi belum sepenuhnya terintegrasi di dalam platform dan masih dapat dilanjutkan melalui kontak penjual, termasuk WhatsApp.
Pemkab Kukar berencana mengembangkan KukarGO agar memiliki sistem transaksi dan pembayaran yang lebih terintegrasi.
“Kita berharap ke depan kita bisa membangun, kita bisa sempurnakan hub-nya, kita punya aplikasi sendiri. Dan untuk payment-nya, kita punya platform sendiri juga,” kata Aulia.
Pernyataan tersebut mengarah pada pengembangan sistem KukarGO yang lebih lengkap, karena aplikasi KukarGO sendiri telah tersedia sebagai etalase UMKM.
Aulia mengatakan komunikasi juga telah dilakukan dengan Bankaltimtara untuk menjajaki pengembangan sistem pembayaran.
Sementara untuk Arbizz Space, tarif tenant menyesuaikan tipe tempat usaha. Reza mencontohkan tenant kontainer di bagian belakang memiliki estimasi biaya sekitar Rp750 ribu per bulan dengan pilihan pembayaran yang lebih fleksibel.
Pengelolaan Arbizz Space dilakukan bersama pihak ketiga agar fungsi kawasan tidak berhenti pada penyewaan tenant, tetapi juga disertai penyelenggaraan kegiatan yang dapat menjaga arus pengunjung.
“Kalau kami di Dinas Koperasi dan UKM sendiri, untuk menyewakan saja bisa. Tapi untuk mengadakan event dan sebagainya ini butuh biaya. Kalau langsung dikelola pihak ketiga, ini juga menjadi efisiensi bagi kita,” ujar Reza.
Melalui Arbizz Space dan KukarGO, Pemkab Kukar mencoba menghubungkan dua kebutuhan UMKM sekaligus: ruang usaha untuk berinteraksi langsung dengan konsumen serta saluran digital untuk memperluas jangkauan produk. (adv)

