BRAVO13.ID, Tenggarong - Peserta dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah mengikuti perlombaan olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 di Kutai Kartanegara.
Perlombaan yang mulai digelar di kawasan Pulau Kumala, Tenggarong, Senin (21/9/2026), mempertandingkan empat cabang, yakni belogo, menyumpit, begasing, dan ketapel.
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono mengatakan jumlah peserta tetap tinggi meski cabang yang dipertandingkan tahun ini lebih sedikit.
“Dari apa yang dilaporkan Pak Kadispora, meskipun jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan hanya empat, pesertanya relatif sangat banyak, termasuk yang berasal dari luar kota,” kata Sunggono.
Menurut dia, peserta tidak hanya datang dari Kukar dan daerah lain di Kaltim. Sejumlah peserta dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah juga ikut bertanding.
“Ini menggambarkan bahwa olahraga tradisional di Kukar dan kegiatan Erau juga diketahui serta diminati oleh masyarakat di luar Kukar,” ujarnya.
Sunggono menilai keterlibatan peserta lintas daerah menunjukkan olahraga tradisional dalam rangkaian Erau memiliki daya tarik yang lebih luas.
Tahun ini, jumlah cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan dibatasi menjadi empat. Sunggono mengatakan keputusan itu mempertimbangkan kondisi cuaca dan upaya mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Memang sebenarnya ada banyak cabang olahraga tradisional, tetapi tahun ini hanya empat yang dilaksanakan karena kondisi cuaca yang kurang baik,” katanya.
Menurut dia, pemerintah daerah sebelumnya juga menyarankan agar kegiatan luar ruangan tidak terlalu banyak.
“Kita meminimalkan jumlah peserta dan jumlah cabang, tetapi esensi kegiatannya tetap berjalan,” ujarnya.
Perlombaan olahraga tradisional dijadwalkan berlangsung hingga 26 September 2026.
Sunggono berharap kegiatan tersebut tetap menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan mempertahankan olahraga tradisional sebagai bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai.
“Terima kasih kepada masyarakat Kukar, khususnya masyarakat Kalimantan Timur dan masyarakat lainnya yang menjadikan kegiatan olahraga tradisional ini sebagai kegiatan yang menarik untuk diikuti,” katanya. (adv)

-webp.webp)