BRAVO13.ID, Samarinda — PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyalurkan bantuan pemulihan senilai Rp340 juta kepada 34 penyintas tindak pidana terorisme di empat provinsi di Sulawesi.
Menurut keterangan perusahaan, bantuan tersebut mencakup kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan stimulan usaha yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima. Para penyintas berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara.
Program tersebut dilaksanakan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai bagian dari dukungan medis dan psikososial bagi korban terorisme.
Salah satu penerima bantuan adalah Marianne Ka’awoan, penyintas bom Pasar Tentena 2005 asal Poso, Sulawesi Tengah. Marianne mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan alat bantu kesehatan agar ia dapat beraktivitas lebih baik.
“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pupuk Indonesia Grup, khususnya Pupuk Kaltim atas kepedulian serta dukungannya. Terima kasih juga kepada BNPT, yang tidak pernah berhenti mendampingi kami dalam proses pemulihan fisik, psikologis, dan kehidupan secara menyeluruh,” tutur Marianne.
Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim Mohamad Agung mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Pupuk Indonesia terkait dukungan medis dan psikososial bagi korban terorisme di wilayah operasi perusahaan-perusahaan dalam Pupuk Indonesia Grup.
Menurut Agung, Pupuk Kaltim terlibat dalam program pemulihan penyintas sejak 2022 dengan fokus dukungan di wilayah timur Indonesia.
“Korban terorisme butuh perhatian berkelanjutan agar dapat kembali bangkit, serta menjalani kehidupan dengan lebih mandiri dan bermartabat. Makanya Pupuk Kaltim secara konsisten berperan aktif memberi dukungan sejak 2022,” ujar Agung saat penyerahan bantuan di Ballroom Museum Nasional Penanggulangan Terorisme Adhi Pradana, Kawasan IPSC Bogor, Jawa Barat.
Agung berharap bantuan tersebut dapat membantu para penyintas memulihkan kepercayaan diri, memperkuat ketahanan mental, dan meningkatkan kualitas hidup secara bertahap.
Pada 2022, Pupuk Kaltim menyalurkan bantuan senilai Rp407,24 juta kepada empat penyintas di Kalimantan Timur. Bantuan saat itu difokuskan pada kebutuhan pemulihan medis dan pendidikan.
Pada 2023, bantuan disalurkan kepada 49 korban melalui kerja sama perusahaan-perusahaan dalam Pupuk Indonesia Grup. Sementara pada 2024, Pupuk Kaltim berpartisipasi dalam program pemulihan psikososial bagi 22 penyintas di Kalimantan Timur, Sulawesi, dan Maluku dengan nilai bantuan Rp820 juta.
Direktur SDM dan Umum Pupuk Indonesia Tina T Kemala Intan mengatakan keterlibatan Pupuk Indonesia Grup merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap persoalan kemanusiaan.
“Upaya pemulihan korban terorisme menjadi langkah nyata kami dalam membangun masyarakat yang tangguh, inklusif, dan berdaya. Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung program ini secara berkesinambungan,” ujar Tina.
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan pemulihan korban terorisme bukan proses singkat. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan kesinambungan program, kepekaan sosial, dan komitmen lintas sektor.
“Kami sampaikan apresiasi kepada Pupuk Indonesia Grup, yang konsisten mendukung program pemulihan korban terorisme. Dukungan ini sangat berarti bagi para penyintas dalam memulihkan kondisi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi mereka,” ucap Eddy.
Eddy menilai kolaborasi dengan badan usaha milik negara dapat membantu memperluas jangkauan dukungan pemulihan kepada para penyintas.
“Kehadiran negara harus dirasakan secara nyata oleh para penyintas. Kolaborasi dengan BUMN seperti Pupuk Indonesia Grup memungkinkan dukungan pemulihan menjangkau korban dengan lebih luas,” katanya. (*)

