BRAVO13.ID, Samarinda – Warga Kalimantan Timur kini dapat mengecek indikasi titik panas atau hotspot dan estimasi kualitas udara melalui Kaltim Siaga. Platform web yang dikembangkan Barqun Digital itu dapat diakses gratis melalui kaltim-siaga.barqun.com tanpa mengunduh aplikasi.
Berdasarkan keterangan tertulis Barqun Digital, platform tersebut menggabungkan tiga kelompok informasi dalam satu peta, yakni hotspot, estimasi kualitas udara, dan tingkat bahaya kebakaran.
Barqun Digital menyebut Kaltim Siaga dirancang mencakup seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Waktu pada platform ditampilkan dalam Waktu Indonesia Tengah atau Wita.
Data hotspot menggunakan data MODIS, Suomi NPP, dan NOAA-20 yang mengacu pada SiPongi+ Kementerian Kehutanan dan NASA FIRMS. Pengguna dapat menyaring data berdasarkan periode 12 jam, 24 jam, tiga hari, atau tujuh hari.
Filter lainnya mencakup sumber data dan tingkat kepercayaan deteksi. Hotspot dapat ditampilkan dalam bentuk titik, peta panas, maupun warna wilayah.
Namun, titik panas tidak otomatis menunjukkan terjadinya kebakaran. Hotspot merupakan indikasi area bersuhu tinggi yang terdeteksi satelit sehingga kondisinya tetap perlu diperiksa di lapangan.
Untuk kualitas udara, Kaltim Siaga menampilkan AQI dan estimasi kadar PM2.5 per daerah. Data tersebut berasal dari model Open-Meteo dan Copernicus Atmosphere Monitoring Service atau CAMS.
Angka kualitas udara yang ditampilkan menggunakan US AQI dan bukan Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU. Nilainya merupakan estimasi model, bukan hasil pengukuran langsung dari stasiun pemantauan. Karena itu, informasi tersebut lebih tepat digunakan untuk melihat tren dan membandingkan kondisi antardaerah.
Platform ini juga memuat indeks bahaya kebakaran dari sistem SPARTAN BMKG. Informasi tersebut menggambarkan kondisi cuaca dan bahan bakar yang dapat mendukung terjadinya serta penyebaran kebakaran.
Indeks bahaya kebakaran tidak menunjukkan lokasi api. Data tersebut digunakan untuk melihat tingkat bahaya berdasarkan sejumlah faktor cuaca, antara lain suhu, kelembapan, angin, dan hujan.
Kaltim Siaga turut menyediakan menu rekap jumlah hotspot, tingkat kepercayaan deteksi, kabupaten atau kota yang terpantau, serta wilayah dengan estimasi AQI tertinggi. Informasi itu disajikan agar pengguna dapat melihat gambaran kondisi daerah melalui satu platform.
Barqun Digital menyatakan Kaltim Siaga dikembangkan untuk membantu masyarakat memahami informasi karhutla dan kualitas udara yang tersedia dari sejumlah sumber.
Menurut perusahaan, platform tersebut ditujukan sebagai sarana kewaspadaan dan edukasi bagi warga, petani, sekolah, relawan, perusahaan, aparat desa, jurnalis, hingga pemerintah daerah.
Selain melalui situs web, Barqun Digital menyebut telah menyediakan kanal Telegram t.me/kaltim_siaga. Kanal tersebut diklaim mengirimkan pemberitahuan saat terdapat hotspot baru dan rekap harian kondisi Kalimantan Timur.
Barqun menegaskan Kaltim Siaga tidak menggantikan informasi resmi dari BMKG, BPBD, maupun Manggala Agni. Keputusan penanganan tetap memerlukan data resmi dan verifikasi petugas di lapangan.
Perusahaan juga menyatakan terbuka terhadap kemungkinan kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Bentuk kolaborasi yang ditawarkan meliputi integrasi data, pengembangan fitur peringatan dini, dan dukungan teknologi untuk penanganan karhutla. (*)

