Bravo 13
DPRD Sebut RSUD IA Moeis Mampu Tangani Bayi 700 Gram, SDM Perlu DiperkuatDPRD menyebut RSUD IA Moeis mampu menangani bayi berbobot sekitar 700 gram. Kompetensi tenaga kesehatan tetap perlu diperkuat.
Oleh Bobby Lolowang2026-09-01 00:38:00
DPRD Sebut RSUD IA Moeis Mampu Tangani Bayi 700 Gram, SDM Perlu Diperkuat
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti. (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyebut RSUD IA Moeis telah mampu menangani bayi dengan berat lahir sekitar 700 gram hingga bertahan hidup. Kemampuan tersebut dinilainya perlu ditopang dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan.

Menurut Sri Puji, penanganan bayi dengan berat lahir sangat rendah menunjukkan perkembangan layanan kesehatan ibu dan anak di RSUD IA Moeis. Namun, peningkatan kemampuan rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan gedung dan peralatan medis.

“Sekarang alhamdulillah dengan berat badan 700 gram sudah bisa dilayani dan pasiennya hidup. Ini tentunya menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan untuk warga Kota Samarinda,” kata Sri Puji.

Kehadiran Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menyediakan ruang pelayanan khusus bagi ibu dan anak yang terpisah dari pasien dewasa. Sri Puji menilai pemisahan tersebut penting untuk mengurangi kontak pasien anak dengan penyakit infeksius sekaligus mendukung pelayanan yang lebih terfokus.

“Alhamdulillah ya, saya sangat apresiasi Pemerintah Kota Samarinda karena telah bisa membangun fasilitas untuk Gedung Kesehatan Ibu dan Anak. Kalau digabung dengan gedung orang-orang dewasa, rasanya terlalu sering kontak infeksius,” ujarnya.

Selain layanan neonatal, Sri Puji menyebut RSUD IA Moeis menangani sekitar 74 pasien talasemia. Menurutnya, kebutuhan darah untuk menunjang pengobatan pasien tersebut juga telah tersedia di rumah sakit.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa fasilitas fisik dan teknologi kedokteran harus diikuti peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Kompetensi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya diperlukan agar peralatan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal serta jenis pelayanan bisa terus dikembangkan.

Salah satu pengembangan yang didorong DPRD adalah layanan bayi tabung. Layanan tersebut masih berupa rencana dan diharapkan dapat memperluas akses pelayanan fertilitas bagi masyarakat Samarinda maupun Kalimantan Timur.

“Harapan kami segera bisa terlaksana. Kita tidak harus kalau punya bayi tabung ke Surabaya, ke Solo, atau ke Jakarta. Cukup di Kalimantan Timur, di Kota Samarinda,” ujar Sri Puji.

Gedung KIA RSUD IA Moeis diresmikan Pemerintah Kota Samarinda pada Senin (31/8/2026). Sri Puji berharap fasilitas tersebut memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani kebutuhan kesehatan ibu, anak, dan bayi berisiko tinggi. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait