Bravo 13
Parkir Teras Samarinda II Diusulkan Pakai Portal agar Penerimaan TerpantauDPRD Samarinda mengusulkan portal parkir Teras Samarinda II agar penerimaan tercatat dan pengelolaan area Masjid Raya serta Pasar Pagi lebih jelas.
Oleh Bobby Lolowang2026-09-06 01:11:00
Parkir Teras Samarinda II Diusulkan Pakai Portal agar Penerimaan Terpantau
Tampak udara kawasan Teras Samarinda II di tepian Sungai Mahakam, Samarinda. DPRD mengusulkan penggunaan sistem portal agar transaksi dan penerimaan parkir kawasan tersebut dapat dipantau. (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Samarinda — DPRD Kota Samarinda mengusulkan sistem portal pada area parkir Teras Samarinda II agar transaksi tercatat dan penerimaan dapat dipantau, sekaligus memperjelas pengelolaan kantong parkir di sekitar Masjid Raya Darussalam dan Pasar Pagi.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, mengatakan pengelolaan berbasis mesin diperlukan karena sistem manual memiliki kelemahan dalam pencatatan dan pengawasan penerimaan parkir.

Menurutnya, penggunaan portal dapat mengurangi risiko transaksi tidak tercatat sekaligus memudahkan pemerintah memantau pendapatan yang dihasilkan dari kawasan tersebut.

“Kalau mengandalkan orang saja bisa terjadi kebocoran. Jadi harus sistem portal agar pendapatan dari sektor tersebut terpantau,” kata Jasno, Sabtu, 5 September 2026.

Jasno menilai kawasan Masjid Raya Darussalam dan Pasar Pagi memiliki area yang cukup luas untuk menampung kendaraan pengunjung Teras Samarinda II, terutama sepeda motor. Kedua lokasi itu juga dinilai lebih dekat dibandingkan kantong parkir yang disiapkan untuk Teras Samarinda tahap pertama.

“Di kedua tempat itu cukup luas dan lebih dekat dibandingkan parkir Teras Samarinda Tahap I,” ujarnya.

Meski demikian, area parkir Masjid Raya Darussalam selama ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat. Karena itu, Jasno meminta pemerintah menyusun mekanisme kerja sama dan pembagian penerimaan yang jelas apabila sistem portal diterapkan.

“Seperti di Masjid Raya, kalau dibuat sistem portal bagus untuk meningkatkan PAD. Skema pembagiannya nanti disesuaikan,” katanya.

Usulan tersebut belum disertai perincian mengenai tarif, operator, kebutuhan anggaran, maupun waktu pemasangan portal. Besaran penerimaan parkir yang selama ini tidak tercatat juga belum dipaparkan.

Jasno mengatakan persoalan parkir di Teras Samarinda tahap pertama perlu menjadi bahan evaluasi. Menurut dia, jarak kantong parkir resmi menuju kawasan tersebut dinilai cukup jauh, sementara akses pejalan kaki belum tertata dengan baik.

Kondisi trotoar yang dinilai kurang nyaman membuat sebagian pengunjung memilih memarkir kendaraan lebih dekat dengan kawasan Teras Samarinda, termasuk pada lokasi yang tidak disediakan pemerintah.

“Seharusnya akses untuk jalan kaki diperbaiki agar masyarakat nyaman. Karena trotoar kurang bagus dan terkesan kumuh, orang banyak yang parkir di tempat yang tidak disediakan,” jelasnya.

Karena itu, Jasno meminta sistem pengelolaan parkir Teras Samarinda II disiapkan sejak awal. Selain portal dan pencatatan transaksi, pemerintah perlu memastikan lokasi parkir mudah dijangkau serta menyediakan akses pejalan kaki yang aman dan nyaman.

Menurutnya, penataan tersebut dibutuhkan agar pengunjung tidak parkir sembarangan dan penerimaan kawasan dapat dikelola secara transparan. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait