BRAVO13.ID, Samarinda – Fisik Segmen 2–4 Teras Samarinda II telah dinyatakan rampung, tetapi kawasan itu belum dibuka dan pagar proyek masih menyempitkan badan jalan. DPRD meminta pengoperasiannya segera disiapkan tanpa mengabaikan keamanan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, mengatakan penyelesaian pekerjaan fisik seharusnya segera diikuti dengan kesiapan operasional kawasan agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Karena ini dibangun untuk masyarakat, tentu harus segera dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi sekaligus ruang publik yang nyaman,” kata Jasno, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, dorongan agar Teras Samarinda II segera dibuka telah disampaikan Komisi III DPRD Samarinda secara kelembagaan. Pemerintah Kota Samarinda juga disebut telah melakukan peninjauan lapangan setelah pekerjaan fisik kawasan selesai.
Jasno menilai pembukaan kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan fasilitas publik. Pemerintah juga perlu menyelesaikan persoalan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Selama pembangunan berlangsung, pagar pembatas proyek masih menggunakan sebagian badan jalan. Kondisi itu membuat ruang yang dapat dilalui kendaraan menjadi lebih sempit.
Setelah pekerjaan selesai, Jasno meminta pembatas yang tidak lagi diperlukan segera dibongkar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan fungsi badan jalan sekaligus mempersiapkan akses menuju ruang publik baru tersebut.
Jasno mengatakan dirinya juga menerima pertanyaan dari masyarakat mengenai pagar proyek yang belum dilepas ketika pekerjaan fisik telah dinyatakan selesai.
“Banyak masyarakat yang berseloroh, kalau pekerjaannya sudah selesai, kenapa pagar pembatasnya masih belum dilepas,” ujarnya.
Meski meminta pembukaan dipercepat, Jasno mengingatkan Pemkot Samarinda tidak sekadar mengejar target waktu. Kesiapan keamanan dan sistem pengawasan perlu dipastikan sebelum kawasan dipenuhi pengunjung.
Teras Samarinda II merupakan bagian dari pengembangan kawasan Tepian Mahakam di Jalan Gajah Mada. Kawasan itu dilengkapi sejumlah fasilitas yang disiapkan sebagai tempat rekreasi dan aktivitas masyarakat.
Menurut Jasno, keberadaan sarana publik tersebut membutuhkan pengawasan untuk mencegah vandalisme, pencurian, maupun kerusakan fasilitas setelah kawasan mulai digunakan.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian ialah area permainan anak di sekitar Dermaga Pasar Pagi. Area tersebut diperkirakan menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi sehingga membutuhkan sistem pengamanan yang memadai.
Jasno mengusulkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV dan mekanisme keamanan lainnya di sejumlah titik kawasan.
“Kami berharap nantinya ada sistem keamanan, misalnya dengan memasang CCTV atau mekanisme lainnya. Dengan begitu, sarana dan prasarana yang sudah tersedia bisa benar-benar dinikmati masyarakat,” pungkasnya. (adv)

