Bravo 13
Air dari Perbukitan Masuk Halaman SMPN 28, DPRD Dorong Penanganan DrainaseAir dari perbukitan masuk ke halaman SMPN 28 Samarinda saat hujan deras. DPRD mendorong PUPR menangani drainase untuk menjaga lingkungan sekolah.
Oleh Bobby Lolowang2026-08-15 12:18:00
Air dari Perbukitan Masuk Halaman SMPN 28, DPRD Dorong Penanganan Drainase
Kondisi salah satu sisi bangunan SMP Negeri 28 Samarinda di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang. DPRD menyoroti limpasan air dari kawasan perbukitan yang masuk ke halaman sekolah saat hujan deras. (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Samarinda — Limpasan air dari kawasan perbukitan di belakang SMP Negeri 28 Samarinda masuk hingga halaman ketika hujan deras. DPRD meminta persoalan drainase tersebut segera ditangani bersama perangkat daerah teknis.

Kondisi itu menjadi salah satu temuan Komisi IV DPRD Kota Samarinda ketika meninjau sekolah di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (12/8/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan aliran air dari kawasan yang lebih tinggi di belakang sekolah kerap menuju lingkungan SMPN 28. Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan kapasitas dan penataan drainase di sekitar lokasi.

“Drainase di belakang bukit itu cukup mengganggu. Aliran airnya masuk sampai ke halaman sekolah,” kata Novan saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).

Menurut Novan, persoalan tersebut tidak cukup ditangani hanya dari dalam lingkungan sekolah. Penanganannya perlu melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda yang memiliki kewenangan atas infrastruktur drainase.

Komisi IV meminta pihak sekolah segera menyusun dan menyampaikan usulan penanganan. Temuan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada PUPR agar dapat ditinjau secara teknis.

“Kita minta didorong segera dibuatkan usulannya dan akan kita sampaikan ke OPD terkait, dalam hal ini PUPR,” tegasnya.

Novan menilai penanganan perlu mempertimbangkan sumber limpasan dari kawasan perbukitan hingga jalur pembuangan air. Langkah tersebut dibutuhkan agar persoalan tidak hanya dipindahkan atau kembali terjadi ketika hujan deras.

Limpasan air juga menjadi perhatian karena halaman sekolah digunakan untuk berbagai aktivitas siswa. Apabila tidak tertangani, aliran air berpotensi mengganggu akses dan kenyamanan warga sekolah.

Persoalan drainase tersebut turut menjadi pertimbangan dalam rencana pembangunan dua ruang kelas baru di SMPN 28. Novan mengatakan keamanan bangunan dari aliran air harus diperhitungkan sebelum fasilitas baru direalisasikan.

“Kita perlu juga memikirkan bagaimana bangunan ini aman dari limpahan air ketika hujan karena di belakang itu kawasan permukiman berbukit,” ujarnya.

SMPN 28 Samarinda saat ini memiliki 14 rombongan belajar dengan total 455 siswa. Sekolah mengusulkan tambahan dua ruang kelas karena sebagian fasilitas yang ada belum mampu menampung satu rombongan belajar secara memadai.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda menyebut pembangunan ruang kelas tambahan paling cepat dapat diakomodasi pada 2028. Proyeksi tersebut masih bergantung pada proses perencanaan dan ketersediaan anggaran.

Pembiayaannya tidak hanya berpeluang berasal dari APBD Kota Samarinda, tetapi juga dapat diusulkan melalui Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun Dana Alokasi Khusus pemerintah pusat.

Selain drainase dan ruang kelas, pihak sekolah menyampaikan kebutuhan perbaikan pagar serta fasilitas perpustakaan. Pagar di bagian samping sekolah disebut telah lama roboh sehingga dinilai perlu diperbaiki untuk menjaga keamanan lingkungan.

Komisi IV meminta seluruh kebutuhan tersebut diinventarisasi dan diteruskan kepada perangkat daerah sesuai kewenangannya. Khusus persoalan limpasan air, pengecekan teknis diperlukan untuk menentukan penanganan drainase yang sesuai dengan kondisi kawasan di sekitar sekolah. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait