BRAVO13.ID, Samarinda — Kekurangan sekitar dua ruang kelas membuat SMP Negeri 28 Samarinda menggunakan laboratorium untuk kegiatan belajar sehari-hari. Menurut DPRD, pembangunan ruang tambahan paling cepat dapat direalisasikan pada 2028.
Kondisi tersebut ditemukan Komisi IV DPRD Kota Samarinda saat meninjau sekolah yang berada di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (12/8/2026).
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahronny, mengatakan bangunan utama SMPN 28 secara umum masih tergolong baik. Namun, keterbatasan ruang membuat fasilitas laboratorium komputer atau IPA harus dialihfungsikan menjadi kelas.
“SMP 28 tadi secara kualitas bangunan sudah cukup baik. Tinggal perlu penambahan sekitar dua kelas karena ada ruang laboratorium yang digunakan sebagai kelas,” kata Novan seusai peninjauan.
Alih fungsi tersebut membuat laboratorium tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai ruang praktikum. Ruangan itu juga hanya mampu menampung 24 kursi, sedangkan satu rombongan belajar terdiri atas 32 siswa.
“Sehingga kapasitas dan fungsinya juga tidak bisa maksimal sebagai kelas karena hanya menampung 24 kursi dari total 32,” lanjutnya.
Novan menyebut kebutuhan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) telah masuk dalam pembahasan perencanaan bersama Badan Anggaran DPRD dan komisi terkait. Namun, berdasarkan tahapan perencanaan yang berjalan, pembangunan paling cepat diperkirakan dapat dilaksanakan pada 2028.
“Di rancangan akhir 2027 sudah masuk dan sudah dibahas bersama Banggar dan kami di komisi. Jadi, secepat-cepatnya 2028,” terangnya.
Proyeksi tersebut belum menjadi kepastian pelaksanaan karena masih bergantung pada ketersediaan anggaran. Novan mengatakan pembiayaan tidak hanya dapat mengandalkan APBD Kota Samarinda, tetapi juga berpeluang menggunakan Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat.
“Objek kita bukan hanya dari APBD kota, tetapi bisa dari Bantuan Keuangan atau Bankeu dan bisa dari DAK kementerian,” ujarnya.
Kepala SMPN 28 Samarinda, Agus, membenarkan sekolah membutuhkan tambahan dua ruang kelas. Menurutnya, ruangan yang saat ini digunakan sebagai kelas belum mampu menampung satu rombongan belajar secara penuh.
“Sudah kami sampaikan keluhan, terutama pengadaan atau penambahan RKB. Ada dua kelas yang kapasitasnya hanya mampu menampung 24 orang,” kata Agus.
SMPN 28 Samarinda saat ini memiliki 14 rombongan belajar dengan total 455 siswa. Pada penerimaan siswa tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 134 dari kuota 136 siswa kelas VII telah diterima.
Agus berharap penambahan dua ruang kelas dapat segera direalisasikan agar ruangan yang dipakai sementara bisa dikembalikan sesuai fungsi semula, baik sebagai laboratorium maupun ruang kegiatan kesiswaan.
Sekolah tersebut sebelumnya menerima bantuan rehabilitasi pada 2025. Pekerjaan meliputi perbaikan empat ruang kelas dan satu ruang guru serta pembangunan dua fasilitas toilet. Meski demikian, sekolah masih membutuhkan penambahan kelas, rehabilitasi perpustakaan, dan perbaikan pagar yang telah lama roboh.
“Sekolah kami di bagian samping pagarnya sudah roboh cukup lama. Kami meminta supaya bisa dibantu untuk dibuatkan pagar baru,” jelas Agus.
Komisi IV juga menyoroti aliran air dari kawasan perbukitan di belakang sekolah. Saat hujan, limpasan air dari saluran drainase disebut dapat mencapai halaman sekolah.
Novan meminta pihak sekolah segera menyusun usulan penanganan agar persoalan tersebut dapat diteruskan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda.
“Drainase di belakang bukit itu cukup mengganggu. Aliran airnya masuk sampai ke halaman sekolah. Kami minta segera dibuatkan usulannya dan akan kami sampaikan kepada PUPR,” tegasnya.
Sambil menunggu penambahan ruang dan perbaikan fasilitas, kegiatan belajar di SMPN 28 tetap berjalan menggunakan ruangan yang tersedia. Realisasi pembangunan kelas tambahan akan ditentukan melalui proses perencanaan dan kemampuan anggaran pemerintah. (adv)

