Bravo 13
Cegah Stunting Tak Cukup Dibebankan kepada Ibu, DPRD Samarinda Soroti Peran AyahDPRD Samarinda menegaskan pencegahan stunting tak boleh hanya dibebankan kepada ibu. Ayah juga perlu terlibat dalam tumbuh kembang anak.
Oleh Bobby Lolowang2026-09-10 02:36:00
Cegah Stunting Tak Cukup Dibebankan kepada Ibu, DPRD Samarinda Soroti Peran Ayah
Peluncuran GARASI ANAK dan GASAKKAN sebagai bagian dari intervensi pencegahan stunting di Posyandu Berkat Do’a Ibu, Kelurahan Loa Buah, Rabu (9/9/2026). (Istimewa)

BRAVO13.ID, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Yakob Pangedongan menegaskan pencegahan stunting tidak boleh dibebankan hanya kepada ibu. Ayah juga perlu terlibat dalam pemenuhan gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang anak.

Yakob menyampaikan hal tersebut usai menghadiri peluncuran Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) dan Gerakan Sayang Kekanakan (GASAKKAN) di Posyandu Berkat Do’a Ibu, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (9/9/2026).

Menurut Yakob, penanganan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh sejak masa kehamilan, kelahiran, hingga anak menjalani masa pertumbuhan.

“Stunting ini persoalan yang sangat mendasar untuk generasi kita ke depan. Jadi harus dipersiapkan dan dikelola secara baik sejak dari dalam kandungan, saat lahir, sampai anak membesar,” ujar Yakob.

Ia menilai perhatian terhadap gizi dan kesehatan anak harus berjalan beriringan dengan pola pengasuhan di lingkungan keluarga. Dalam hal ini, tanggung jawab tersebut tidak semestinya hanya diletakkan kepada ibu.

“Peran ayah dan ibu itu sebetulnya sama besarnya. Tidak mungkin hanya dibebankan kepada ibu saja,” tegasnya.

Yakob meminta para ayah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan finansial keluarga. Keterlibatan dalam mendampingi, mengawasi kesehatan, serta memperhatikan tumbuh kembang anak juga dinilai penting.

“Ayah memang harus peduli. Jangan hanya mencari nafkah atau uang, tetapi tumbuh kembang anak juga harus diurus bersama-sama dengan ibu. Harus ada kerja sama yang kuat di dalam rumah tangga terlebih dahulu sebelum kita melangkah ke luar,” katanya.

Peluncuran GARASI ANAK dan GASAKKAN melibatkan Pemerintah Kota Samarinda, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Samarinda, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Samarinda, puskesmas, kader PKK, serta posyandu.

GARASI ANAK mengintegrasikan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi ke dalam kegiatan posyandu. Program tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, edukasi, praktik menyikat gigi bersama, serta penguatan kapasitas kader.

Sementara itu, GASAKKAN berfokus pada pendampingan ibu dan anak melalui edukasi ASI eksklusif, kesehatan reproduksi, pijat bayi gratis, serta pijat punggung bagi ibu hamil.

Berdasarkan keterangan Pemkot Samarinda, kedua program tersebut dilaksanakan pada September hingga Desember 2026 di delapan lokus stunting. Wilayah sasarannya meliputi Kelurahan Tenun, Baqa, Sidodamai, Sempaja Utara, Teluk Lerong Ulu, Loa Buah, Temindung Permai, dan Pasar Pagi.

Program itu mencakup 89 posyandu dengan sasaran sebanyak 2.790 balita dan 154 ibu hamil.

Yakob menyatakan Komisi IV DPRD Samarinda mendukung keterlibatan tenaga kesehatan dan masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap intervensi tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, tetapi berlanjut hingga menjangkau sasaran yang telah ditetapkan.

“Kami di Komisi IV DPRD Samarinda sangat mendukung kegiatan seperti ini. Luar biasa melihat kolaborasi hari ini, di mana dokter gigi hingga para bidan ikut ambil bagian,” ungkapnya.

Yakob menilai keberlanjutan program diperlukan karena stunting berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Menurutnya, upaya menuju Indonesia Emas 2045 perlu dimulai melalui pemenuhan kesehatan, gizi, dan pengasuhan anak sejak dini.

“Kalau masalah ini dibiarkan, target Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai. Makanya pencegahan stunting ini menjadi hal mendasar untuk membentuk SDM kita yang berkualitas,” pungkasnya. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait