BRAVO13.ID, Samarinda – Risiko gangguan air bersih akibat kemarau dan penurunan debit Sungai Mahakam mulai terlihat di Samarinda. DPRD sebelumnya meminta pemerintah mengantisipasi intrusi air laut sebelum dampaknya meluas kepada pelanggan.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, telah meminta Pemprov Kalimantan Timur bersama pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kemarau.
Menurutnya, kebutuhan air bersih masyarakat Samarinda saat itu masih dapat dipenuhi. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah terhadap penurunan debit Sungai Mahakam.
“Kita tidak ingin masyarakat kita kekeringan atau tidak mendapatkan air bersih,” kata Deni, Kamis (20/8/2026).
Deni menjadikan kondisi di Kabupaten Mahakam Ulu sebagai peringatan bagi daerah lain. Menurutnya, penyusutan Sungai Mahakam di wilayah tersebut telah memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk distribusi bahan pokok yang mengandalkan jalur sungai.
Ia juga mengingatkan risiko masuknya air laut semakin jauh ke aliran Sungai Mahakam ketika debit air tawar menurun. Palaran menjadi salah satu wilayah yang menurutnya perlu mendapat perhatian.
“Tidak menutup kemungkinan ketika air laut sudah masuk ke wilayah Handil dan berlanjut masuk ke Palaran, itu mengkhawatirkan,” tegasnya.
Selain ancaman terhadap air bersih, pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan selama kemarau berlangsung.
Deni turut mengusulkan agar Pemprov Kaltim berkoordinasi dengan instansi teknis untuk mempertimbangkan operasi modifikasi cuaca di kawasan hulu. Langkah tersebut diharapkan dapat menambah curah hujan dan membantu menjaga kondisi aliran Mahakam.
“Rekayasa cuaca ini bisa dilakukan di daerah hulu untuk mengadakan hujan buatan, air bisa naik kembali,” ujarnya.
Usulan tersebut masih memerlukan kajian kondisi atmosfer, penetapan wilayah sasaran, serta keputusan dari instansi berwenang. Dalam keterangannya, Deni belum menyebut jadwal maupun rencana resmi pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. (adv)

