Bravo 13
Fisik Hampir 100 Persen, Terowongan Samarinda Masih Menunggu Uji KelayakanFisik Terowongan Samarinda disebut hampir 100 persen, tetapi pembukaannya masih menunggu uji kelayakan dan pemenuhan dokumen operasional.
Oleh Bobby Lolowang2026-09-04 15:20:00
Fisik Hampir 100 Persen, Terowongan Samarinda Masih Menunggu Uji Kelayakan
Suasana peninjauan di depan portal Terowongan Sultan Alimuddin–Jalan Kakap, Samarinda. Fisik proyek disebut hampir 100 persen, tetapi pengoperasiannya masih menunggu uji kelayakan dan pemenuhan dokumen operasional. (Bobby/Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Samarinda – Terowongan penghubung Jalan Sultan Alimuddin–Jalan Kakap belum dapat dibuka untuk kendaraan meski pekerjaan fisiknya disebut hampir 100 persen. Uji kelayakan dan dokumen operasional masih harus diselesaikan untuk memastikan keamanannya.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Romadhony Putra Pratama mengatakan pengerjaan struktur fisik terowongan sudah tidak mengalami hambatan berarti. Pemerintah kini berfokus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis sebelum fasilitas tersebut dibuka untuk masyarakat.

“Pembangunan fisiknya hampir seluruhnya selesai. Yang sedang dikejar sekarang adalah penyelesaian izin operasional agar fasilitas ini bisa secepatnya melayani warga,” kata Romadhony.

Meski konstruksi mendekati tahap akhir, pengoperasian terowongan tidak dapat hanya didasarkan pada penyelesaian pekerjaan fisik. Evaluasi terhadap kelayakan bangunan dan sistem pendukung tetap diperlukan sebelum kendaraan diperbolehkan melintas.

Proses tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh fasilitas di dalam terowongan dapat berfungsi sesuai standar keselamatan. Kepastian pembukaan baru dapat ditentukan setelah seluruh persyaratan dinyatakan terpenuhi.

Romadhony mengatakan Komisi III terus memantau penyelesaian dokumen dan tahapan teknis melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.

Menurutnya, pemeriksaan tidak boleh dilakukan hanya untuk mengejar target pembukaan. Aspek keselamatan pengendara harus menjadi pertimbangan utama sebelum terowongan mulai dioperasikan.

Apabila proses administrasi dan uji kelayakan berjalan tanpa kendala, Romadhony pada awal September 2026 memperkirakan terowongan dapat mulai dilintasi dalam waktu satu hingga dua bulan. Perkiraan tersebut masih bersifat tentatif dan bergantung pada penyelesaian seluruh persyaratan.

Terowongan tersebut dibangun untuk memperlancar konektivitas antarkawasan sekaligus membantu mengurai kemacetan di sejumlah ruas jalan Samarinda. Namun, manfaat tersebut baru dapat diukur setelah terowongan dibuka dan arus kendaraan mulai dialihkan.

Romadhony berharap keberadaan terowongan tidak hanya menjadi penanda pembangunan infrastruktur kota, tetapi benar-benar memberikan manfaat terhadap mobilitas masyarakat.

“Harapan kami terowongan ini bukan cuma gagah sebagai ikon kota, tetapi benar-benar membawa manfaat ekonomi, memperlancar mobilitas, dan meningkatkan kenyamanan warga,” ujarnya.

DPRD akan terus mengawal penyelesaian tahapan kelayakan dan dokumen operasional agar terowongan dapat digunakan tanpa mengabaikan keamanan masyarakat. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait