BRAVO13.ID, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, meminta Pemerintah Kota Samarinda mempercepat perbaikan dan peremajaan lampu penerangan jalan umum di sejumlah ruas utama kota.
Tiga ruas yang menjadi perhatian adalah Jalan Pahlawan, Jalan dr. Soetomo, dan Jalan S. Parman. Menurut Deni, pencahayaan pada sejumlah titik di kawasan tersebut belum memadai untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.
“Hingga saat ini kami masih melihat ada tiga ruas jalan utama yang kondisinya masih gelap,” ujar Deni, Senin, 13 Juli 2026.
Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi III DPRD Samarinda bersama Dinas Perhubungan. Rapat membahas kondisi fasilitas penerangan jalan serta rencana penanganannya.
Deni mengatakan persoalan tidak hanya berkaitan dengan lampu yang tidak menyala. Sejumlah tiang dan perangkat penerangan juga disebut telah berusia lama sehingga perlu diperiksa kelayakannya.
Menurutnya, penanganan harus didasarkan pada kondisi setiap titik. Lampu yang mengalami kerusakan ringan dapat diperbaiki, sedangkan perangkat yang sudah tidak layak perlu diganti agar gangguan tidak terus berulang.
“Jangan sampai kondisi ini menjadi wajah Kota Samarinda. Sudah saatnya dilakukan peremajaan,” katanya.
Deni menilai penerangan jalan merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Fasilitas tersebut membantu pengguna jalan melihat kondisi lalu lintas, marka, persimpangan, serta aktivitas di sekitar jalan pada malam hari.
Karena itu, ia meminta Dishub melakukan pendataan menyeluruh terhadap lampu, tiang, jaringan listrik, dan tingkat pencahayaan pada setiap ruas.
Hasil pendataan dapat digunakan untuk menentukan lokasi yang harus ditangani terlebih dahulu berdasarkan kondisi kerusakan, volume lalu lintas, dan kebutuhan keselamatan.
Lampu Jembatan Achmad Amins Disorot
Selain tiga ruas jalan tersebut, Komisi III turut membahas kondisi penerangan di Jembatan Achmad Amins.
Deni mengatakan sebagian lampu di kawasan jembatan belum berfungsi secara optimal. Kondisi itu dinilai perlu segera ditangani karena jembatan menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat.
Berdasarkan penjelasan Dishub dalam rapat, perbaikan penerangan di Jembatan Achmad Amins dijadwalkan mulai dilaksanakan pada bulan berikutnya.
Namun, rincian waktu pengerjaan, jumlah lampu yang diperbaiki, serta kebutuhan anggarannya belum dijelaskan dalam keterangan tersebut.
Deni meminta Dishub memastikan jadwal pekerjaan tidak kembali mengalami penundaan dan hasil perbaikannya dapat bertahan dalam jangka panjang.
Menurutnya, perbaikan juga perlu disertai pengawasan terhadap jaringan dan perlengkapan penerangan agar kerusakan dapat segera diketahui.
“Mudah-mudahan seluruh lampu segera menyala kembali dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Deni berharap perbaikan LPJU tidak hanya dilakukan ketika keluhan masyarakat muncul. Pemerintah perlu memiliki program pemeriksaan dan pemeliharaan berkala untuk mencegah banyak lampu mengalami kerusakan secara bersamaan.
Ia juga meminta masyarakat melaporkan lampu jalan yang tidak berfungsi melalui saluran pengaduan resmi agar lokasi kerusakan dapat segera ditindaklanjuti. (adv)

