Bravo 13
Anhar: Beasiswa Tak Cukup, Palaran Butuh Tambahan SMP NegeriAnhar menilai program beasiswa harus dibarengi penambahan daya tampung SMP negeri karena siswa di Palaran disebut masih kesulitan mendapat sekolah dekat rumah.
Oleh Bobby Lolowang2026-07-09 14:56:00
Anhar: Beasiswa Tak Cukup, Palaran Butuh Tambahan SMP Negeri
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. (Kontributor Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menilai bantuan beasiswa perlu berjalan beriringan dengan penambahan daya tampung sekolah negeri. Menurutnya, dukungan biaya pendidikan tidak akan sepenuhnya menyelesaikan persoalan akses apabila jumlah sekolah masih terbatas.

Salah satu wilayah yang disorot adalah Kecamatan Palaran. Anhar menyebut kapasitas SMP negeri di kawasan tersebut belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat sehingga sebagian siswa harus mencari sekolah yang lebih jauh dari tempat tinggal.

“Palaran membutuhkan penambahan sekolah tingkat SMP. Jumlah lulusan SD terus bertambah, tetapi kapasitas sekolah negeri masih terbatas,” ujar Anhar, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurutnya, keterbatasan daya tampung kembali terlihat ketika pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru. Tidak seluruh calon murid dapat diterima di sekolah negeri yang berada dekat dengan tempat tinggal mereka.

Namun, Anhar belum menyampaikan data jumlah lulusan SD, daya tampung SMP negeri, maupun kebutuhan tambahan ruang belajar di Palaran.

Ia meminta Pemerintah Kota Samarinda melakukan pemetaan lebih terperinci sebelum menetapkan solusi. Pemetaan tersebut perlu mencakup jumlah lulusan setiap tahun, kapasitas masing-masing sekolah, persebaran penduduk, jarak tempuh siswa, serta proyeksi kebutuhan beberapa tahun ke depan.

Data itu dapat digunakan untuk menentukan apakah kebutuhan Palaran harus dijawab melalui pembangunan sekolah baru, penambahan ruang kelas, pengembangan sekolah yang sudah ada, atau kombinasi beberapa kebijakan.

“Jika jumlah sekolah masih kurang, penambahan sekolah harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Anhar mengatakan pembangunan fasilitas pendidikan harus ditempatkan sebagai kebutuhan dasar. Namun, penyediaan bangunan juga harus disertai kesiapan lahan, tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, dan biaya operasional.

Menurutnya, sekolah baru tidak boleh hanya menambah gedung tanpa memastikan mutu pembelajaran dan pemerataan guru.

Beasiswa bagi Pelajar dan Mahasiswa

Selain penambahan sekolah, Anhar mendorong Pemkot Samarinda memperkuat dukungan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asal Samarinda.

Ia menilai bantuan tersebut dapat diberikan kepada peserta didik berprestasi dengan besaran dan jumlah penerima yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Beasiswa seharusnya menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah. Pelajar maupun mahasiswa asal Samarinda yang berprestasi perlu mendapatkan dukungan. Besarannya tentu dapat disesuaikan dengan kemampuan fiskal,” ujarnya.

Anhar belum menjelaskan apakah usulan tersebut berupa program baru atau penguatan terhadap bantuan pendidikan yang telah tersedia.

Skema beasiswa, menurutnya, perlu memiliki kriteria yang jelas, proses seleksi terbuka, serta sasaran penerima yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain prestasi, pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga agar program membantu peserta didik yang berpotensi mengalami kendala biaya.

Bantuan bagi Siswa Sekolah Swasta

Anhar juga mengusulkan bantuan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dan akhirnya melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

Menurutnya, bantuan tersebut dapat menjadi langkah sementara untuk meringankan beban keluarga selama kapasitas sekolah negeri belum mencukupi.

Namun, mekanisme bantuan masih perlu dikaji. Pemerintah harus memastikan kriteria penerima, jenis biaya yang ditanggung, besaran bantuan, serta koordinasi dengan sekolah swasta.

Kebijakan tersebut juga harus dirancang agar tidak menimbulkan pungutan baru atau perbedaan perlakuan antarcalon murid.

Anhar mengatakan pemerataan pendidikan tidak hanya menyangkut jumlah sekolah. Kondisi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, fasilitas sanitasi, serta distribusi guru di setiap wilayah juga harus menjadi perhatian.

“Pemerataan pendidikan harus diwujudkan agar seluruh anak di Samarinda mempunyai kesempatan yang sama mendapatkan layanan pendidikan berkualitas,” katanya.

Ia meminta Pemkot menggunakan hasil pemetaan sebagai dasar penyusunan anggaran pendidikan. Dengan perencanaan tersebut, persoalan daya tampung tidak terus muncul sebagai kejutan tahunan setiap kali penerimaan murid baru dibuka.

Menurut Anhar, beasiswa, bantuan bagi siswa sekolah swasta, penambahan sekolah, dan pemerataan fasilitas harus disusun sebagai kebijakan yang saling melengkapi.

“Bantuan pendidikan penting, tetapi pemerintah juga harus memastikan sekolah tersedia dan dapat dijangkau masyarakat,” tutupnya. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait