Bravo 13
Helmi Apresiasi Perkembangan Siswa, Sekolah Rakyat Palaran Disiapkan BeroperasiHelmi Abdullah mengapresiasi perkembangan peserta didik sembari mendorong kesiapan fasilitas Sekolah Rakyat permanen di Palaran.
Oleh Bobby Lolowang2026-07-05 13:58:00
Helmi Apresiasi Perkembangan Siswa, Sekolah Rakyat Palaran Disiapkan Beroperasi
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, saat diwawancarai awak media. (Kontributor Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Samarinda – Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengapresiasi perkembangan peserta didik selama tahun pertama pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Samarinda.

Menurut Helmi, para siswa mulai menunjukkan kemampuan dan kepercayaan diri dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Ia berharap perkembangan tersebut terus diperkuat melalui pendampingan tenaga pendidik.

“Baru memasuki tahun pertama, tetapi anak-anak sudah mampu menunjukkan kualitas dan keahliannya masing-masing. Ini menjadi modal penting agar mereka terus berkembang dan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik,” ujar Helmi.

Selama masa rintisan, kegiatan Sekolah Rakyat di Samarinda dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Timur, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Samarinda, serta kawasan di sekitar SMAN 16 Samarinda di Jalan Perjuangan.

Penggunaan beberapa lokasi tersebut dilakukan sembari menunggu penyelesaian kompleks Sekolah Rakyat permanen di Kecamatan Palaran.

Helmi mengatakan penerimaan peserta didik untuk tahun ajaran 2026/2027 direncanakan dipusatkan di kompleks permanen tersebut.

“Dari laporan yang kami terima, penerimaan siswa baru nantinya akan dipusatkan di Sekolah Rakyat permanen di Palaran dengan jumlah sekitar 280 siswa. Sarana dan prasarananya juga hampir rampung,” katanya.

Angka sekitar 280 siswa tersebut merupakan jumlah yang disampaikan Helmi berdasarkan laporan yang diterimanya. Kepastian jumlah peserta didik dan pembagian untuk jenjang SD, SMP, serta SMA masih perlu mengacu pada data terbaru pengelola Sekolah Rakyat.

Helmi berharap keberadaan fasilitas permanen dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih terpusat. Selama masa rintisan, peserta didik masih mengikuti kegiatan di lokasi yang berbeda sesuai penempatan dan jenjang pendidikan.

Menurutnya, pemusatan kegiatan juga akan mempermudah pengelolaan ruang belajar, asrama, pembinaan karakter, dan kegiatan pendukung lainnya.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama bagi anak dari keluarga kurang mampu. Selain pembelajaran formal, peserta didik memperoleh tempat tinggal, konsumsi, perlengkapan sekolah, dan pendampingan selama mengikuti program.

Helmi menilai program tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan sekaligus mengembangkan keterampilan dan rasa percaya diri.

Namun, ia mengingatkan penyediaan bangunan dan fasilitas harus diikuti kualitas pembelajaran, pendampingan, serta pengelolaan asrama yang baik.

“Anak-anak ini harus terus dibimbing. Harapannya, kemampuan yang mereka miliki dapat berkembang dan menjadi bekal untuk masa depan,” ujarnya.

Helmi berharap penyelesaian fasilitas Sekolah Rakyat permanen berjalan sesuai jadwal dan seluruh kebutuhan operasional dipastikan tersedia sebelum peserta didik menempati kompleks tersebut.

Ia juga mendorong koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola sekolah, dan tenaga pendidik agar perpindahan kegiatan dari lokasi rintisan berlangsung dengan baik.

Menurutnya, keberhasilan Program Sekolah Rakyat tidak cukup diukur dari tersedianya bangunan permanen, tetapi juga dari perkembangan pendidikan dan kehidupan peserta didiknya. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait