Bravo 13
TKBM Karya Sejahtera Dorong Standar Keselamatan Kerja di PelabuhanSertifikasi TKBM Karya Sejahtera Samboja diperkuat. Sebanyak 224 anggota disebut telah tersertifikasi di berbagai bidang kerja.
Oleh Bobby Lolowang2026-06-28 18:45:00
TKBM Karya Sejahtera Dorong Standar Keselamatan Kerja di Pelabuhan
Anggota Koperasi TKBM Karya Sejahtera Pelabuhan Kuala Samboja saat berada di area kerja pelabuhan. Koperasi tersebut menyebut 224 anggotanya telah tersertifikasi untuk mendukung kegiatan bongkar muat yang aman dan profesional. (Istimewa)

BRAVO13.ID, Samarinda - Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat atau TKBM Karya Sejahtera Pelabuhan Kuala Samboja memperkuat kompetensi anggotanya melalui sertifikasi kerja dan penerapan standar manajemen. Langkah itu dilakukan untuk mendukung aktivitas bongkar muat di wilayah Pelabuhan Kuala Samboja agar berjalan lebih tertib dan profesional.

Wakil Ketua Koperasi TKBM Karya Sejahtera, Lahidi, mengatakan penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian utama koperasi. Dari total 898 anggota, sebanyak 224 orang disebut telah mengikuti sertifikasi sesuai bidang kerja masing-masing.

“Untuk SDM, 224 anggota kami sudah tersertifikasi. Mulai dari pengurus, manajer, K3, operator crane, rigger, sampai kepala regu TKBM,” kata Lahidi.

Menurut Lahidi, sertifikasi tersebut penting karena pekerjaan bongkar muat memiliki risiko keselamatan yang harus dikelola dengan baik. Pekerja tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga memahami prosedur keselamatan, pembagian kerja, dan tanggung jawab dalam kegiatan pelabuhan.

Ia menjelaskan, kegiatan bongkar muat membutuhkan tenaga kerja yang disiplin dan memahami standar operasional. Karena itu, koperasi terus mendorong anggota mengikuti pelatihan dan pendidikan yang berkaitan dengan keselamatan kerja serta peningkatan kemampuan teknis.

Selain sertifikasi anggota, Lahidi menyebut Koperasi TKBM Karya Sejahtera juga menerapkan sejumlah standar manajemen. Koperasi tersebut disebut telah memiliki ISO 9001:2015 untuk manajemen mutu, ISO 14001:2015 untuk pengelolaan lingkungan, serta ISO 45001:2018 untuk keselamatan dan kesehatan kerja.

Menurut Lahidi, penerapan standar tersebut menjadi bagian dari upaya koperasi menjaga kualitas layanan kepada pengguna jasa pelabuhan sekaligus melindungi anggota yang bekerja di lapangan.

“Kami ingin kegiatan bongkar muat berjalan profesional. Karena itu, anggota harus punya kemampuan, disiplin, dan memahami standar keselamatan kerja,” ujarnya.

Koperasi TKBM Karya Sejahtera berdiri sejak 29 April 2006. Koperasi ini dibentuk untuk membuka lapangan kerja di sektor bongkar muat dan meningkatkan kesejahteraan anggota melalui prinsip gotong royong dan kekeluargaan.

Mayoritas anggota koperasi disebut berasal dari Kutai Kartanegara. Pembinaan terhadap koperasi dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Kuala Samboja.

Lahidi mengatakan wilayah kerja Koperasi TKBM Karya Sejahtera mencakup sejumlah titik di kawasan Pelabuhan Kuala Samboja, antara lain Dondang, Senipah, STS Muara Jawa, hingga Muara Pegah yang berbatasan dengan wilayah Pelabuhan Balikpapan.

Dengan jumlah anggota yang besar, Lahidi menilai pembinaan dan sertifikasi menjadi kebutuhan penting agar seluruh aktivitas koperasi dapat berjalan sesuai ketentuan. Ia menyebut koperasi akan terus mendorong peningkatan kompetensi anggota, terutama pada bidang yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kelancaran kegiatan bongkar muat.

“Kami akan terus memperkuat pembinaan anggota supaya pekerjaan di lapangan berjalan aman, tertib, dan sesuai standar,” katanya.

Penguatan SDM tersebut juga menjadi bagian dari upaya koperasi menjaga keberlanjutan kerja bagi anggotanya. Menurut Lahidi, semakin baik kompetensi pekerja, semakin besar peluang koperasi menjaga kepercayaan dalam kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Kuala Samboja. (*)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait