BRAVO13.ID, Samarinda - Koperasi TKBM Karya Sejahtera Pelabuhan Kuala Samboja memaparkan capaian kinerja, legalitas, dan pembinaan sumber daya manusia setelah menerima sejumlah penghargaan dalam beberapa tahun terakhir.
Wakil Ketua TKBM Karya Sejahtera, Lahidi, mengatakan koperasi tersebut telah meraih Sertifikat Koperasi Berpredikat Sehat dari Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara pada 2023 dan 2024.
“Kami dapat Sertifikat Koperasi Berpredikat Sehat dari Dinkop UKM Kukar 2023 dan 2024,” kata Lahidi.
Selain itu, koperasi tersebut juga disebut memperoleh Sertifikat Berkualitas dari Lembaga Independen Pemeringkat Koperasi PT Naynau Jasa Utama. Penghargaan lain diterima dari Induk Koperasi TKBM karena aktif mengikuti pendidikan dan pelatihan.
“Kami dapat piagam sebagai koperasi TKBM pelabuhan yang aktif mengikuti diklat dari Inkop TKBM,” ujar Lahidi.
Koperasi TKBM Karya Sejahtera berdiri pada 29 April 2006. Menurut Lahidi, koperasi tersebut dibentuk untuk membuka lapangan kerja bongkar muat sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.
“Tujuan awal kami membuka lapangan kerja bongkar muat dan menyejahterakan anggota. Sekarang anggota 898 orang,” jelasnya.
Ia menyebut pembinaan terhadap koperasi dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, serta Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Kuala Samboja.
Dari sisi legalitas, Lahidi mengatakan koperasi telah memiliki sejumlah dokumen, mulai dari badan hukum, Nomor Induk Berusaha, hingga Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga terbaru yang diperbarui pada Agustus 2024.
Menurut Lahidi, wilayah kerja koperasi mengacu pada ketentuan yang berlaku di sektor pelabuhan. Ia menyebut area kerja Koperasi TKBM Karya Sejahtera mencakup Dondang, Senipah, STS Muara Jawa, hingga Muara Pegah.
Ia juga menyampaikan bahwa koperasi mengacu pada sejumlah regulasi, termasuk ketentuan terkait koperasi tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan. Menurutnya, aturan tersebut menjadi dasar dalam pengelolaan kelembagaan dan kegiatan koperasi.
Dari sisi penguatan SDM, Lahidi mengatakan sebanyak 224 anggota telah memiliki sertifikasi. Sertifikasi itu mencakup pengurus, manajer, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga rigger.
“Mulai pengurus, manajer, K3, sampai rigger. Koperasi juga punya ISO 9001, 14001, 45001,” ujarnya.
Terkait tudingan monopoli, Lahidi membantah anggapan tersebut. Ia mengatakan koperasi berjalan dengan modal anggota dan berbasis prinsip gotong royong.
“Kami bukan monopoli. Modal dari anggota, bukan saham. Tujuan kami gotong royong untuk kesejahteraan anggota,” kata Lahidi.
Lahidi menegaskan Koperasi TKBM Karya Sejahtera akan terus memperkuat pelayanan, legalitas, dan pembinaan anggota agar kegiatan bongkar muat di wilayah kerjanya dapat berjalan profesional. (*)

