Bravo 13
Markas PSM Kerap Jadi Kuburan Borneo FC, Bisakah Pesut Etam Patahkan Kutukan?Borneo FC vs PSM Makassar kembali jadi ujian, Pesut Etam kerap gagal menang di Parepare dan kini ditantang mematahkan tren buruk tersebut
Oleh Bobby Lolowang2026-04-17 13:38:00
Markas PSM Kerap Jadi Kuburan Borneo FC, Bisakah Pesut Etam Patahkan Kutukan?
Pemain Borneo FC Juan Villa (kiri) dan Mariano Peralta merayakan gol dalam laga Liga 1, menjadi andalan Pesut Etam dalam upaya meraih poin di markas PSM Makassar. (tIM mEDIA Borneo FC)

BRAVO13.ID, Samarinda — Borneo FC datang ke Parepare dengan satu catatan yang belum benar-benar terhapus: sulit menang di kandang PSM Makassar. Meski kerap unggul secara performa, Pesut Etam berulang kali tersandung saat bertandang ke Stadion Gelora BJ Habibie.

Dalam beberapa musim terakhir, duel kedua tim nyaris selalu berakhir ketat. Dari lima pertemuan terakhir, tiga laga berakhir imbang, sementara masing-masing tim hanya sekali meraih kemenangan. Bahkan saat tampil dominan di klasemen, Borneo tetap kesulitan mencuri poin penuh di markas Juku Eja.

Catatan ini menjadi ironi tersendiri. Secara keseluruhan, Borneo FC unggul dalam rekor pertemuan dengan delapan kemenangan dari 17 laga, berbanding lima milik PSM. Namun keunggulan itu seolah kehilangan makna setiap kali laga digelar di Parepare.

Di sisi lain, kondisi saat ini justru menempatkan Borneo FC dalam posisi lebih diunggulkan. Tim asuhan Fabio Lefundes berada di papan atas dan masih menjaga peluang dalam perebutan gelar. Tambahan tiga poin menjadi target mutlak jika ingin terus menekan pemuncak klasemen.

“Kami tidak terlalu peduli dengan statistik, karena kondisi tim sekarang berbeda. Kami akan ke sana untuk mencari tiga poin,” ujar Lefundes.

Pelatih asal Brasil itu memastikan timnya dalam kondisi siap tempur. Hanya satu pemain yang dipastikan absen, yakni Cleylton yang masih menjalani perawatan cedera. Selebihnya, skuad Pesut Etam siap diturunkan dalam laga pekan ke-28 tersebut.

Namun, laga ini tidak akan berjalan normal. PSM Makassar datang dengan tekanan yang jauh lebih besar. Posisi di papan bawah membuat mereka tidak punya banyak pilihan selain menang, terlebih bermain di hadapan pendukung sendiri.

Tekanan itu juga datang dari suporter. Laga melawan Borneo FC dipandang sebagai pertandingan harga diri, di mana pemain dituntut tampil habis-habisan demi menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi.

Faktor kandang pun menjadi pembeda. Stadion Gelora BJ Habibie kerap menjadi tempat di mana PSM menemukan energi tambahan, bahkan saat performa tim sedang tidak stabil.

Situasi ini membuat laga diprediksi kembali berjalan ketat. Statistik menunjukkan sebagian besar pertemuan kedua tim berakhir dengan selisih tipis, bahkan tak jarang berujung imbang.

Bagi Borneo FC, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Ini tentang memutus rangkaian hasil yang selama ini menjadi penghalang di Parepare.

Apakah Pesut Etam akhirnya mampu mematahkan kutukan di kandang PSM, atau justru kembali tersandung di tempat yang sama, akan terjawab dalam duel Sabtu (18/4/2026). (*)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait