BRAVO13.ID, Samarinda — Video yang memperlihatkan ketegangan antara seorang warga dan anggota kepolisian di lingkungan Polresta Balikpapan viral di media sosial. Dalam video tersebut, narasi yang beredar menyebut warga datang mencari keadilan namun justru mendapat perlakuan intimidatif.
Menanggapi hal itu, Polda Kalimantan Timur menyatakan telah melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh, baik terhadap proses penanganan perkara maupun kronologi kejadian di lapangan.
Kapolda Kaltim menegaskan, potongan video yang beredar tidak menggambarkan peristiwa secara utuh. Polisi menilai, ada indikasi situasi yang terjadi telah diarahkan sejak awal.
“Berdasarkan hasil analisa kami, kedatangan yang bersangkutan tidak sekadar menanyakan perkembangan perkara. Ada indikasi upaya membangun framing negatif terhadap institusi,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Menurut polisi, warga yang terlibat dalam peristiwa tersebut berstatus sebagai saksi dalam perkara yang ditanyakan, bukan sebagai pelapor utama. Hal ini menjadi salah satu poin yang turut dipertimbangkan dalam melihat konteks kejadian secara keseluruhan.
“Jika datang dengan cara yang baik untuk meminta informasi, tentu akan kami layani dengan baik pula,” lanjutnya.
Selain itu, kepolisian juga tengah mengkaji kemungkinan adanya pelanggaran hukum terkait perekaman dan penyebaran video tersebut. Narasi yang menyertai video dinilai berpotensi memengaruhi persepsi publik secara tidak utuh.
Meski demikian, Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tetap terbuka terhadap kritik dan pengawasan publik, selama disampaikan melalui cara yang tepat dan tidak menyesatkan.
“Kami tidak anti kritik. Namun jika dilakukan dengan cara yang tidak baik dan bertujuan merusak citra institusi, tentu akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mengambil kesimpulan dari potongan video yang beredar di media sosial, serta memanfaatkan jalur resmi jika ingin menyampaikan keluhan atau meminta informasi terkait penanganan perkara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak warga yang terlibat dalam video tersebut belum memberikan keterangan resmi. (*)

