BRAVO13.ID, Samarinda— Produksi gas di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, kembali bertambah sebesar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Tambahan ini berasal dari pengoperasian sumur baru di Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 yang mulai berproduksi sejak akhir Maret 2026.
Tambahan produksi tersebut dihasilkan dari Platform WPN-7 yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Pada tahap awal, sumur NB-701 mencatat produksi sebesar 9,8 MMSCFD sejak 25 Maret 2026, disusul sumur NB-702 dengan produksi 12,5 MMSCFD pada 26 Maret 2026.
Dengan tambahan ini, WPN-7 menjadi platform ketiga yang telah berproduksi dalam pengembangan proyek SNB AOI 1-3-5. Sebelumnya, dua platform lain, yakni WPS-4 dan WPS-5, telah lebih dulu beroperasi pada Desember 2025 dan Februari 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut peningkatan produksi ini menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
“Pertamina secara konsisten mendorong peningkatan produksi migas domestik sebagai fondasi utama ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (16/4/2026).
Ia menambahkan, produksi dari sumur-sumur baru tersebut masih akan terus dioptimalkan melalui proses monitoring dan stabilisasi untuk mencapai target produksi awal sebesar 20 MMSCFD secara berkelanjutan.
Pengembangan proyek SNB AOI 1-3-5 sendiri dirancang dengan total enam platform produksi. Sejauh ini, tiga di antaranya telah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap pengembangan bertahap.
Rangkaian produksi ini memperlihatkan peran Kalimantan Timur, khususnya Blok Mahakam, dalam menjaga suplai energi nasional di tengah dinamika pasokan global. Produksi gas dari wilayah ini menjadi salah satu sumber utama yang menopang kebutuhan energi domestik.
Pertamina menyatakan akan terus melanjutkan pengembangan lapangan secara bertahap untuk menjaga stabilitas produksi, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi di dalam negeri. (*)

