BRAVO13.ID, Tenggarong - Sekitar 8 hingga 9 kilometer jalan poros di ruas Sebelimbingan–Tuana Tuah, Kutai Kartanegara, masih dalam kondisi rusak parah. Di sejumlah titik, badan jalan dipenuhi lubang dan lumpur, membuat kendaraan harus melambat bahkan bergantian melintas. Namun dari kebutuhan perbaikan sepanjang itu, anggaran Rp10 miliar yang tersedia saat ini hanya mampu menangani sekitar 700 meter jalan.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga. Jalur ini merupakan akses utama untuk distribusi bahan pokok, hasil pertanian, serta mobilitas antar kecamatan di wilayah pedalaman. Selain itu, jalan ini juga dilalui aktivitas kendaraan perusahaan, sehingga intensitas penggunaannya cukup tinggi.
Wakil Ketua II DPRD Kutai Kartanegara, Junadi, menyampaikan bahwa persoalan Jalan Sebelimbingan bukanlah hal baru. Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan tersebut sudah lama disampaikan dan dibahas dalam berbagai forum resmi.
“Sebelum viral, Jalan Sebelimbingan sudah kami sampaikan dan dibahas dalam rapat dengar pendapat maupun dalam pembahasan anggaran antara DPRD dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Dari hasil peninjauan lapangan bersama Dinas Pekerjaan Umum, diketahui bahwa panjang ruas jalan yang membutuhkan penanganan berkisar 8 hingga 9 kilometer. Namun keterbatasan anggaran akibat efisiensi membuat perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Dari anggaran sekitar Rp10 miliar, diperkirakan hanya mampu menangani kurang lebih 700 meter. Sisanya sementara difokuskan untuk perawatan,” jelasnya.
Dengan kebutuhan penanganan yang jauh lebih besar, DPRD Kukar mendorong adanya dukungan tambahan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi agar perbaikan dapat dilakukan secara tuntas.
“Kami akan terus mendorong agar ada dukungan nyata, baik melalui APBN maupun bantuan dari APBD provinsi, agar penanganan jalan ini bisa tuntas,” tegas Junadi.
Selain itu, DPRD juga berencana melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar ruas jalan tersebut untuk turut berpartisipasi dalam perawatan dan peningkatan kualitas jalan.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengundang perusahaan terkait ke DPRD Kukar guna mencari solusi terbaik secara bersama,” tambahnya.
Hingga saat ini, sebagian besar ruas jalan Sebelimbingan–Tuana Tuah masih dalam kondisi rusak dan belum mendapatkan penanganan menyeluruh, sementara kebutuhan mobilitas warga di jalur tersebut terus berjalan setiap hari. (*)

