Bravo 13
Di Balik Kunjungan Sultan ke Unmul, Wacana Kukar Jadi Daerah Istimewa MunculWacana Kukar daerah istimewa muncul dalam kunjungan Sultan ke UNMUL, dengan rencana penyusunan naskah akademik sebagai dasar kajian status khusus daerah.
Oleh Bobby Lolowang2026-04-14 12:27:00
Di Balik Kunjungan Sultan ke Unmul, Wacana Kukar Jadi Daerah Istimewa Muncul
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI menyerahkan cinderamata kepada Rektor Universitas Mulawarman dalam kunjungan yang turut membahas kerja sama strategis dan wacana penguatan status daerah Kukar. (Humas Unmul)

BRAVO13.ID, Samarinda - Wacana menjadikan Kutai Kartanegara sebagai daerah istimewa mulai mengemuka dalam kunjungan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI ke Universitas Mulawarman (UNMUL), Kamis (9/4/2026). Arah tersebut muncul melalui gagasan penyusunan naskah akademik yang akan mengkaji aspek historis, yuridis, dan sosiologis sebagai dasar penguatan status daerah.

Kunjungan ini menjadi yang pertama kalinya Sultan Kutai hadir langsung di lingkungan UNMUL bersama jajaran Kesultanan. Dalam pertemuan tersebut, kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga adat mulai diarahkan pada agenda yang lebih strategis, tidak hanya sebatas silaturahmi.

Rektor UNMUL Prof. Abdunnur menyebut kolaborasi ini sebagai langkah awal memperkuat peran akademik dalam mendukung posisi Kutai Kartanegara di tengah perubahan kawasan Kalimantan Timur, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Ini bukan hanya pertemuan biasa, tetapi awal dari penguatan hubungan antara kampus dan kesultanan yang memiliki peran penting dalam sejarah daerah,” ujarnya.

Salah satu poin yang dibahas adalah penyusunan naskah akademik untuk mendukung penguatan status keistimewaan Kutai Kartanegara. Kajian tersebut akan melibatkan pendekatan lintas disiplin guna memperkuat landasan hukum dan historis.

Selain itu, muncul pula usulan pembentukan pusat studi khusus yang berfokus pada kajian adat, budaya, dan peran Kesultanan Kutai dalam perkembangan masyarakat Kalimantan Timur.

Kepala Kantor Staf Kesultanan, Pangeran Hario Noto Negoro, menegaskan bahwa nilai-nilai adat dan sistem hukum tradisional yang dimiliki Kutai menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, sekaligus memiliki relevansi dalam konteks pembangunan daerah saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan Kutai menyampaikan harapannya agar UNMUL dapat terus berkembang sebagai pusat pendidikan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian budaya.

Pembahasan yang berlangsung tidak hanya menyoroti aspek budaya, tetapi juga arah penguatan posisi Kutai Kartanegara di tengah perubahan kawasan akibat pembangunan IKN. Sinergi antara kampus dan kesultanan dinilai menjadi salah satu langkah untuk memastikan pembangunan daerah tetap berpijak pada nilai sejarah dan identitas lokal.

Kunjungan ini ditutup dengan diskusi lanjutan yang mengarah pada langkah konkret kerja sama ke depan, termasuk pengembangan kajian akademik dan penguatan peran budaya dalam pembangunan Kalimantan Timur. (*)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait