Bravo 13
Dari Rp1,8 Juta ke Rp15 Juta, Pedagang di IKN Kebanjiran PembeliOmzet UMKM di IKN melonjak selama libur Lebaran, dari jutaan menjadi belasan juta rupiah per hari seiring tingginya kunjungan masyarakat ke kawasan KIPP.
Oleh Bobby Lolowang2026-03-30 12:26:00
Dari Rp1,8 Juta ke Rp15 Juta, Pedagang di IKN Kebanjiran Pembeli
Pengunjung memadati deretan lapak UMKM di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN selama libur Idulfitri 1447 H, mendorong peningkatan omzet pelaku usaha hingga puluhan juta rupiah per hari. (Humas Otorita IKN)

BRAVO13.ID, Samarinda - Dari Rp1,8 juta menjadi Rp15 juta per hari. Lonjakan omzet itu dialami pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama libur Idulfitri 1447 H.

Nita, pelaku usaha Café Sepaku Empat, merasakan kenaikan paling signifikan. Pada hari biasa, omzetnya berkisar Rp1,8 juta per hari. Namun, pada hari pertama hingga ketiga Lebaran, pendapatannya melonjak menjadi Rp10 juta hingga Rp15 juta per hari.

“Mochi paling laris. Walaupun buatnya lama, tapi cepat habis, apalagi anak-anak yang suka,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dialami Wahyu, penjual dawet ayu “Bang Brewok” di area Plaza Seremoni. Ia mencatat omzet harian berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp12 juta selama periode libur.

Sementara itu, Kevin dari Rumah Makan Global yang berjualan di area glamping menyebut peningkatan jumlah pengunjung mendorongnya menambah kualitas dan variasi produk.

“Awalnya sekitar Rp1 juta per hari. Tapi karena pengunjung ramai, sekarang bisa lebih dari itu,” katanya.

Di sektor lain, Dina yang menjual souvenir Nusantara mengaku omzetnya meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa, terutama dari penjualan pakaian khas.

Pelaku usaha kuliner modern juga merasakan hal serupa. Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto menyebut omzetnya bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta saat libur atau ada kegiatan di kawasan IKN, dari sebelumnya hanya Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari.

“Kalau lagi ramai atau ada event, bisa tembus Rp10 juta sampai Rp15 juta. Kalau hari biasa ya sekitar Rp2–3 juta,” ujarnya.

Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung perkembangan pembangunan IKN, terutama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyebut tingginya kunjungan selama libur Lebaran berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

“Arus kunjungan masyarakat tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Selain faktor kunjungan, pembukaan akses menuju kawasan IKN selama periode libur juga dinilai turut mendorong peningkatan jumlah pengunjung dan perputaran ekonomi di lapangan. (*)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait