Bravo 13
27.548 Mahasiswa Kaltim Terima Bantuan Pendidikan Tahap II Rp117,55 MiliarSebanyak 27.548 mahasiswa di Kaltim menerima bantuan pendidikan tahap II senilai Rp117,55 miliar yang dicairkan pada 17 Maret 2026.
Oleh Bobby Lolowang2026-03-18 13:27:00
27.548 Mahasiswa Kaltim Terima Bantuan Pendidikan Tahap II Rp117,55 Miliar
Sejumlah mahasiswa penerima bantuan pendidikan Gratispol dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur menunjukkan simbolis pencairan tahap II yang menjangkau puluhan ribu penerima. (Foto: Biro Adpim Setprov Kaltim)

BRAVO13.ID, Samarinda - Sebanyak 27.548 mahasiswa di Kalimantan Timur menerima bantuan biaya pendidikan tahap kedua senilai Rp117,55 miliar yang mulai dicairkan pada 17 Maret 2026.

Bantuan pendidikan melalui program Gratispol tersebut disalurkan kepada 51 perguruan tinggi di dalam daerah, terdiri dari 7 perguruan tinggi negeri dan 44 perguruan tinggi swasta. Dari total penerima, sebanyak 15.299 mahasiswa berasal dari perguruan tinggi negeri dan 12.249 mahasiswa dari perguruan tinggi swasta.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa sekaligus membantu orang tua.

“Semoga bantuan pendidikan ini bermanfaat bagi para mahasiswa, sekaligus membantu meringankan beban para orang tua,” ujar Rudy Mas’ud, Selasa (17/3/2026).

Sebelumnya, pada tahap pertama yang disalurkan akhir Februari 2026, Pemprov Kaltim telah menyalurkan bantuan kepada 21.128 mahasiswa dengan total anggaran Rp103,1 miliar. Rinciannya, 11.356 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri, 9.341 mahasiswa dari perguruan tinggi swasta, serta 431 mahasiswa dalam program kerja sama.

Dengan pencairan tahap kedua ini, total penerima bantuan pendidikan melalui program Gratispol mencapai 48.676 mahasiswa.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan jumlah penerima bantuan pendidikan sepanjang 2026 mencapai 158.981 mahasiswa dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp1,377 triliun.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap mempertahankan prioritas anggaran pendidikan meski terjadi penurunan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih luas.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Jadi, meski APBD kita tak sebesar beberapa tahun lalu, kami tetap ingin lebih banyak lagi anak-anak Kaltim yang bisa menikmati pendidikan tinggi tanpa kendala biaya,” ujarnya. (*)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait