BRAVO13.ID, Samarinda - Pelaku usaha lokal dipastikan tidak akan mendapat perlakuan khusus dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan, keterlibatan pengusaha daerah tetap berbasis pada daya saing dan kapasitas, bukan kedekatan wilayah.
“Transformasi ekonomi di Nusantara tidak akan maksimal tanpa keterlibatan aktif pengusaha lokal. Namun bukan berarti ada keistimewaan, harus meningkatkan kapasitas agar mampu bersaing nasional bahkan global,” kata Basuki saat pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Timur masa bakti 2025–2030 di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (2/3/2026).
Pernyataan itu menjadi penegasan arah kebijakan ekonomi di IKN: terbuka, kompetitif, dan menuntut standar nasional bahkan internasional.
Basuki menyebut tiga hal yang perlu menjadi perhatian dunia usaha daerah, yakni adaptabilitas, kolaborasi, dan keberlanjutan. Adaptabilitas diperlukan agar pelaku usaha mampu mengikuti dinamika proyek berskala nasional. Kolaborasi dibutuhkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. Sementara keberlanjutan menjadi kunci, sejalan dengan konsep kota hutan yang diusung IKN.
Pelantikan KADIN Kalimantan Timur yang digelar di kawasan inti IKN itu dinilai sebagai simbol awal kolaborasi antara dunia usaha daerah dan Otorita IKN.
Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyatakan Kalimantan Timur memiliki peluang besar menjadi motor penggerak ekonomi nasional, terutama dengan hadirnya IKN sebagai pusat pertumbuhan baru.
“Saya sepakat sekali dengan apa yang disampaikan Kepala Otorita IKN dan Gubernur Kalimantan Timur. Banyak sekali potensi di Kalimantan Timur, dari sisi energi terbarukan. Khusus buat IKN ini, sangat potensial untuk pengembangan PLTS,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KADIN Kalimantan Timur terpilih masa bakti 2025–2030, Putri Ananda Nur Ramadhani, menyampaikan komitmen mendorong dunia usaha daerah tumbuh inklusif dan berdaya saing dalam menyongsong pembangunan IKN.
“Kami optimistis KADIN Kalimantan Timur dapat menjadi bagian penting dalam menyukseskan pembangunan daerah dan nasional,” katanya.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menilai pemilihan IKN sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk mendorong dunia usaha mengambil peran dalam pembangunan ibu kota baru.
Pelantikan ini sekaligus menandai pengukuhan kepengurusan baru KADIN Kalimantan Timur berdasarkan keputusan Dewan Pengurus KADIN Indonesia, di tengah fase pembangunan IKN yang memasuki tahap percepatan investasi dan penguatan ekosistem ekonomi. (*)

