Bravo 13
Alokasi Gratispol Rp1,3 T untuk Lebih 158 Ribu Penerima, Baru 13 Persen yang Pasti CairAnggaran Gratispol 2026 mencapai Rp1,37 triliun untuk 158 ribu penerima, namun realisasi hingga Februari baru sekitar 13 persen.
Oleh Bobby Lolowang2026-02-23 12:20:00
Alokasi Gratispol Rp1,3 T untuk Lebih 158 Ribu Penerima, Baru 13 Persen yang Pasti Cair
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memimpin morning briefing di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026), membahas perkembangan Program Gratispol Pendidikan di tengah penurunan APBD 2026. (Biro Adpim Setprov Kaltim)

BRAVO13.ID, Samarinda - Di tengah penurunan APBD Kaltim dari Rp21,74 triliun pada 2025 menjadi Rp15,15 triliun pada 2026, Pemprov Kaltim mengalokasikan Rp1,377 triliun untuk Program Gratispol Pendidikan tahun ini. Program tersebut ditargetkan menjangkau 158.981 penerima.

Hingga akhir Februari 2026, realisasi yang telah dipastikan cair baru menyentuh 21.128 mahasiswa atau sekitar 13,3 persen dari total target. Dana yang telah disalurkan untuk mahasiswa semester 2 tersebut mencapai Rp103,14 miliar.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyatakan program beasiswa tetap berjalan meski terjadi penurunan anggaran daerah akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD).

“APBD semua daerah di Indonesia turun, tetapi kami tetap memberikan beasiswa Gratispol,” ujarnya dalam morning briefing di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026), seperti dikutip dari rilis resmi Pemprov Kaltim.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim Dasmiah melaporkan mahasiswa semester 4, 6, dan 8 masih dalam proses verifikasi dan validasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Saat ini, penerima dalam daerah yang sedang diverifikasi berjumlah 79.850 orang, sedangkan penerima luar daerah yang mengajukan permohonan sebanyak 12.857 orang. Total 92.707 mahasiswa masih menunggu hasil verifikasi.

Pemprov menyebut bantuan Gratispol difokuskan pada pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) untuk fakultas umum. Untuk fakultas berbiaya tinggi seperti Kedokteran, dilakukan perhitungan tersendiri.

Hingga kini, pemerintah daerah belum merinci jumlah mahasiswa yang tidak lolos verifikasi atau gugur karena kriteria tertentu. Dengan target hampir 159 ribu penerima dan realisasi yang masih berada di kisaran 13 persen, perkembangan program ini akan sangat bergantung pada hasil verifikasi serta tahapan penyaluran berikutnya sepanjang 2026. (*)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait