Bravo 13
KIKA Soroti Dugaan Intimidasi terhadap Ketua BEM UGM Usai Kritik KebijakanKIKA merilis pernyataan soal dugaan intimidasi terhadap Ketua BEM UGM usai kritik kebijakan, soroti pentingnya perlindungan kebebasan akademik.
Oleh Bobby Lolowang2026-02-18 15:37:00
KIKA Soroti Dugaan Intimidasi terhadap Ketua BEM UGM Usai Kritik Kebijakan
Siluet mahasiswa berdiri tenang di podium dengan mikrofon, cahaya tipis menyinari sosoknya yang kecil. (Ilustrasi/AI Generated)

BRAVO13.ID, Samarinda - Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) merilis pernyataan sikap terkait dugaan intimidasi yang disebut menimpa Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, setelah menyampaikan kritik terhadap sebuah kebijakan publik.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi, KIKA menyatakan mengecam segala bentuk ancaman, tekanan, maupun intimidasi, baik secara fisik maupun digital, yang menurut mereka tidak hanya menyasar mahasiswa bersangkutan, tetapi juga disebut berdampak hingga ke lingkungan keluarganya.

KIKA menilai, kritik terhadap kebijakan publik merupakan bagian dari peran akademik yang melekat pada mahasiswa dan perguruan tinggi. Mereka menyebut aktivitas penyampaian pandangan, termasuk melalui pernyataan publik, sebagai bentuk partisipasi warga dalam kehidupan demokrasi.

Dalam pernyataan tersebut, KIKA juga menyoroti pentingnya menjaga ruang kampus sebagai tempat yang aman untuk menyampaikan pendapat dan menguji gagasan. Mereka menilai tekanan terhadap mahasiswa yang menyampaikan kritik berpotensi menimbulkan rasa takut di kalangan sivitas akademika.

Organisasi tersebut turut mengaitkan pandangannya dengan perlindungan kebebasan akademik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, serta sejumlah instrumen hak asasi manusia yang telah diratifikasi Indonesia.

Selain menyampaikan kecaman, KIKA juga mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan jika terdapat dugaan ancaman atau intimidasi, serta meminta perguruan tinggi memperkuat perlindungan terhadap mahasiswa dan dosen dalam menyampaikan pandangan akademik.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Universitas Gadjah Mada terkait dugaan intimidasi yang disebut dalam siaran pers tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi lebih lanjut. (*)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait