Bravo 13
Proyek Tunu South Jadi Proyek Strategis Baru bagi Kukar di Blok MahakamProyek migas Tunu South di Blok Mahakam mulai bergerak. Kukar menyiapkan perangkat pengawalan sambil menghitung potensi dampak ekonomi daerah ke depan.
Oleh Bobby Lolowang2026-02-15 10:42:00
Proyek Tunu South Jadi Proyek Strategis Baru bagi Kukar di Blok Mahakam
Kegiatan operasi hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam oleh PT Pertamina Hulu Mahakam. (foto: dokumentasi PHM)

BRAVO13.ID, Tenggarong - Proyek pengembangan migas Tunu South di wilayah Blok Mahakam mulai menunjukkan arah dampak ekonominya bagi daerah. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menilai proyek tersebut berpotensi menambah pemasukan melalui Dana Bagi Hasil (DBH), Participating Interest (PI), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Migas, serta kontribusi program tanggung jawab sosial perusahaan.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyampaikan hal itu saat menghadiri Workshop Monitoring dan Evaluasi Proyek Tunu South yang digelar PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) pada 10–11 Februari 2026 di Bandung. Forum tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan untuk menyamakan langkah dalam pelaksanaan proyek pengembangan lapangan migas di Blok Mahakam.

Menurut Sunggono, Tunu South menjadi bagian penting dalam mendukung produksi gas nasional sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan daerah. Selain dari skema bagi hasil, keberadaan proyek juga diharapkan memberi kontribusi melalui pajak sektor migas dan program pemberdayaan masyarakat.

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan di lapangan, Pemkab Kukar telah membentuk Tim Terpadu Dukungan Pengembangan Proyek Tunu South dan Tunu-Handil-Tambora melalui SK Bupati Kutai Kartanegara Nomor 804/SK-BUP/HK/2024. Tim tersebut bertugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat, identifikasi dan inventarisasi lokasi proyek, serta memfasilitasi mediasi persoalan sosial dan lingkungan yang muncul selama proses pengembangan.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, tahapan sosialisasi, identifikasi, verifikasi hingga fasilitasi di lapangan telah berjalan, termasuk penyelesaian sejumlah kendala yang muncul selama proses awal pelaksanaan.

Pemkab Kukar juga mendorong agar program CSR yang dijalankan perusahaan selaras dengan arah pembangunan daerah. Sinkronisasi tersebut dinilai penting agar kontribusi perusahaan dapat menyentuh kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan prioritas pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara 2025–2029.

Melalui forum koordinasi yang berlangsung selama dua hari tersebut, pemerintah daerah dan pihak perusahaan memperkuat penyamaan langkah dalam pelaksanaan proyek yang ditargetkan mendukung produksi energi nasional sekaligus memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah. (*)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait