Bravo 13
Jembatan Penghubung Antar Dusun di Sebuntal Rusak, Akses Warga Terancam TergangguKerusakan jembatan penghubung di Desa Sebuntal, Marang Kayu, mulai dikhawatirkan mengganggu mobilitas warga antar dusun.
Oleh Bobby Lolowang2026-02-06 12:44:00
Jembatan Penghubung Antar Dusun di Sebuntal Rusak, Akses Warga Terancam Terganggu
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri meninjau langsung kondisi jembatan penghubung antar dusun di Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, yang mengalami kerusakan akibat faktor usia dan berpotensi mengganggu mobilitas warga. (Kukarpaper)

BRAVO13.ID, Tenggarong - Kerusakan jembatan penghubung di Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara, mulai memicu kekhawatiran warga karena menjadi akses utama antar dusun yang digunakan setiap hari untuk mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Kondisi jembatan yang menua terlihat dari sejumlah bagian yang mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia. Jalur ini menghubungkan Dusun Kutai Lama dengan dusun-dusun lain di sekitarnya, sehingga jika terganggu berpotensi menghambat pergerakan masyarakat dari dan menuju kawasan tersebut.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama Camat Marang Kayu Ambo Dalle meninjau langsung lokasi jembatan pada Kamis (5/2/2026) untuk melihat tingkat kerusakan serta membahas langkah penanganan yang memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.

Menurut Aulia, jembatan tersebut memiliki posisi penting karena menjadi penghubung antarwilayah di desa. Ia menyebut pemerintah daerah tengah mempertimbangkan penempatan jembatan Bailey sebagai opsi sementara guna menjaga akses transportasi tetap terbuka.

Peninjauan ini dilakukan setelah kegiatan pelantikan Kepala Desa Antar Waktu Desa Sebuntal serta Penjabat Kepala Desa Kutai Lama di wilayah yang sama.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyambangi Desa Semangko dan menyerahkan bantuan alat panen padi (cultivator) kepada kelompok tani setempat. Desa ini memiliki sekitar 500 hektare sawah aktif, dengan kebutuhan alat panen yang dinilai masih terbatas.

Satu unit alat panen diperkirakan mampu mengakomodasi sekitar 50 hektare setiap kali musim panen. Saat ini, baru tersedia tiga unit yang digunakan secara bergantian oleh petani di kawasan tersebut. (*)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait