BRAVO13.ID, Samarinda - Persiba Balikpapan berada di persimpangan penting menjelang laga pamungkas fase grup Liga 2 2025/2026 saat menjamu Deltras Sidoarjo di Stadion Batakan, Sabtu (31/1). Satu pertandingan terakhir masih harus dilalui Beruang Madu sebelum benar-benar bisa bernapas lega.
Menempati peringkat ke-8 klasemen sementara dengan koleksi 14 poin, Persiba unggul tiga angka atas PSIS Semarang yang berada tepat di bawah zona aman. Secara matematis, posisi Persiba memang belum sepenuhnya terkunci dari ancaman play-off degradasi.
Namun Persiba memiliki modal krusial berupa selisih gol. Dengan selisih -11, Persiba unggul jauh dari PSIS yang mencatatkan -26. Jarak 15 gol tersebut menjadi penentu penting apabila kedua tim mengakhiri fase grup dengan jumlah poin yang sama.
Berdasarkan regulasi kompetisi, penentuan peringkat akan melihat rekor pertemuan langsung jika poin setara. Namun dalam kasus Persiba dan PSIS, catatan head-to-head musim ini juga tak memberi pembeda. Persiba sempat menang 2-1 di kandang PSIS pada September 2025, sementara PSIS membalas dengan kemenangan 1-0 di Balikpapan pada November 2025. Agregat gol yang sama membuat selisih gol keseluruhan menjadi faktor penentu berikutnya.
Dengan situasi tersebut, hasil imbang di laga terakhir sebenarnya sudah cukup bagi Persiba untuk memastikan bertahan di Liga 2 tanpa bergantung pada hasil tim lain. Bahkan kekalahan tipis pun masih sulit menggoyahkan posisi mereka.
Meski demikian, laga kontra Deltras tidak sekadar soal hitung-hitungan klasemen. Bermain di Stadion Batakan pada laga kandang terakhir fase grup, Persiba dihadapkan pada tuntutan untuk menutup musim dengan hasil positif di hadapan pendukung sendiri.
Bagi publik Balikpapan, kemenangan bukan hanya soal bertahan di Liga 2, melainkan soal harga diri. Menutup fase grup dengan kepala tegak menjadi harapan, agar musim ini tak berakhir sekadar dengan rasa selamat, tetapi juga kebanggaan. (*)

