BRAVO13.ID, Samarinda - Borneo FC Samarinda bergerak cepat menutup lubang di lini depan setelah melepas Joel Vinicius ke Arema FC. Klub berjuluk Pesut Etam itu resmi mendatangkan penyerang asal Spanyol, Koldo Obieta, pada bursa transfer paruh musim Januari 2026 untuk menghadapi putaran kedua Super League 2025/2026.
Obieta direkrut dengan status bebas transfer dan diproyeksikan menjadi tumpuan baru di lini serang. Penyerang berusia 32 tahun itu datang membawa profil berbeda dari pendahulunya, dengan postur 187 sentimeter dan karakter target man yang kuat dalam duel udara serta permainan menahan bola.
Rekrutan anyar Borneo FC ini terakhir membela Kerala Blasters FC di kompetisi Super Cup India. Meski tampil singkat, Obieta mencatatkan tiga gol dari tiga pertandingan dan masih tercatat sebagai salah satu pencetak gol terbanyak turnamen tersebut, sinyal adaptasi cepat di lingkungan baru.
Sebelum merumput di Asia, Obieta memiliki pengalaman panjang di Eropa. Ia pernah tampil di LaLiga 2 bersama AD Alcorcón, mencicipi kompetisi kasta tertinggi Liga Polandia bersama Miedź Legnica, serta menjadi bagian dari sejarah promosi SD Amorebieta ke divisi dua Spanyol. Dalam catatan kariernya, Obieta telah membukukan 298 pertandingan dengan koleksi 53 gol dan 12 assist.
Hadirnya Obieta memberi opsi taktik baru bagi pelatih Fabio Lefundes. Dengan karakter penyerang yang kuat secara fisik dan piawai dalam hold-up play, Borneo FC kini memiliki alternatif serangan yang lebih variatif, terutama menghadapi lawan yang bermain rapat di lini belakang.
Manajemen berharap pengalaman lintas liga yang dimiliki Obieta membuat proses adaptasinya berjalan cepat, terutama dalam membangun koneksi dengan pemain kreatif seperti Berguinho dan Stefano Lilipaly. Efektivitas suplai bola ke kotak penalti menjadi kunci agar peran Obieta bisa maksimal.
Di tengah ketatnya persaingan papan atas, kedatangan Koldo Obieta menjadi taruhan Borneo FC untuk menjaga daya gedor tim dan tetap kompetitif hingga akhir musim. Putaran kedua tak memberi banyak ruang untuk eksperimen, dan Pesut Etam memilih pengalaman sebagai jawabannya. (*)

